Overclock PC dan pentingnya PSU (Power Supply) By Topanz 16 December 2008 at 9:13 PM and have 2 Comments

Apa itu Overclock???Pengertian Clock disini bukan berarti jam lho..walaupun secara kasat maknanya bisa dikatakan sama. Maksudnya clock disini adalah waktu/timing. Bagaimana suatu perangkat keras dapat dipacu kerjanya sehingga bisa berjalan dalam waktu yang lebih singkat. Overclock adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada cara untuk membuat suatu perangkat untuk berjalan di kecepatan yang lebih tinggi daripada ketentuan pembuat perangkat tersebut. Prinsipnya adalah membuat performa lebih tinggi. Tapi apakah dengan begitu mudahnya saja dan tanpa resiko??. Dulu saat perkembangan teknologi peripheral belum secanggih sekarang, sangat beresiko jika melakukan Overclock pada PC. Meskipun para penggila Overclock saat itu tetap berusaha mencapai batas antara kinerja PC yang maksimal dengan tingkat resiko yang rendah.

overclock calculator

Perangkat PC yang di-overclock sama saja dengan dipaksa melebihi kemampuan aslinya. Namun, overclock PC ini, selain membuat perangkat sistem menjadi tak stabil, dapat membuat kerusakan pada perangkat keras, terutama mainboard, harddisk, dan prosesor.

Dan salah satu hal yang paling harus diperhatikan adalah PSU. PSU (Power Supply) menyuplai tenaga ke CPU (Central Proccesing Unit) kita. Banyak sekali masyarakat yang menganggap bahwa Power Supply hanyalah komponen pelengkap, yang keberadaannya hanya disesuaikan oleh harga yang mampu dibeli. Sebagian orang beranggapan bahwa Power Supply tidak perlu mahal dan tidak perlu macam-macam asal dapat memberikan daya listrik agar komputer dapat menyala. Memang, tidak salah bila kita beranggapan seperti itu. Akan tetapi, yang perlu disimak kembali adalah, dapatkah kita memilih Power Supply yang mampu memberikan daya listrik sempurna?.Beberapa penelitian rekan-rekan di forum Overclock Indonesia memberikan analisa bahwasanya Power Supply yang banyak beredar di pasaran dengan harga murah telah terbukti tidak mampu memberikan kinerja yang sempurna sesuai dengan yang kita harapkan. Semakin berkembangnya tekhnologi prosessor dan VGA saat ini maka semakin besarnya kinerja penyedia daya listrik yang dibutuhkan,yakni Power Supply.

Jika dahulu, power supply bawaan casing standart dirasa sudah cukup memenuhi kebutuhan tenaga pada CPU saat itu, tapi saat ini akan sangat buruk jika kita masih menyamakan dengan teknologi yang lalu. Kita ibaratkan tubuh kita, jika setiap hari hanya makan krupuk, apa yang terjadi? Tubuh kita akan lemah dan dicap MALNUTRISI. Begitu juga dengan CPU jika supply tenaga yang diberikan buruk maka peripeal menjadi lemah, elco-elco pada mlembung, dan akhirnya???? Kinerja buruk, lambat, butuh biaya mahal buat dibawa ke dokter dan jika tidak tertolong?? Tamatlah. Trus?? Ada baiknya gantilah Power supply. Walaupun PC tidak dalam kondisi terOverclock. Sekarang banyak sekali PSU yang cukup baik dalam menyuplai tenaga dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sebagai referensi PSU merk Extreem 500watt cukup baik untuk cpu dalam keadaan standar. Sedang untuk kondisi teroverclock bias menggunakan PSU yang sudah true power..

Power factor = True Power (Watts) / Apparent Power (VA)

http://www.geocities.com/kijang94silver/hardware/psu/pf_equation.txt

Misalnya diasumsikan peralatan yang terpasang butuh 200W dengan PSU 400W. kalau tanpa PFC mungkin nyedot listrik 350W, tapi kalo dengan PFC bisa lebih efisien, mungkin sekitar 230W

Ini yg terjadi: peralatan yg membutuhkan 200W akan menggunakan 200W (true power) untuk kerjanya, namun menyerap lebih dari 200W (inefisiensi) dari sourcenya. Misalkan faktor efisiensi alat tersebut =75%, maka energi yg diambil oleh alat tersebut dari source untuk melakukan kerja adalah 1/75% x 200W = ~267W.

Efisiensi = DC Power output / AC power Input

http://www.geocities.com/kijang94silver/hardware/psu/effic_equation.txt

Dengan kebutuhan input sebesar 267W, ternyata listrik dari PLN sebesar 267 Volt Ampere saja tidak cukup. Mengapa bisa begitu? Apa yg terjadi?

Keganjilan ini terjadi karena sifat listrik AC yg berbentuk gelombang sinusoidal. Dalam gelombang sinusoidal ini, ada dua komponen yg secara optimalnya bergerak bersama (searah/sejajar satu sama lain) yaitu Volt dan Ampere.

http://www.geocities.com/kijang94silver/hardware/psu/z_phase0.txt

Namun dalam sirkuit AC seringkali terjadi bahwa kondisi ideal tidak tercapai. Kondisi ideal -> kondisi di mana V dan A bergerak sejajar sehingga kita melihatnya sebagai satu gelombang (pashe = 0 derajat). Umumnya alat2 elektronik menggandung induktan dan kapasitor. Induktansi akan menyebabkan arus seakan2 dimentalkan kembali, sedangkan kapasitansi membuat arus seolah2 diserap. Sehingga sangat mungkin terjadi gelombang arus bergeser seolah mendahului voltage atau membuntuti voltage.

http://www.geocities.com/kijang94silver/hardware/psu/z_phase45.txt

Dalam DC, karena nilai V dan A selalu konstan, rumus daya adalah:

P = V x A (watt)

Namun dalam AC, nilai V dan A berubah2 (sinusoidal), dan seringkali tidak selaras (harmonik) sehingga antara garis V dan A terjadi perbadaan sudut gelombang (phase).

P = V x A x cosinus(phase)

P = V x A x PF

Cosinus(phase) adalah fungsi trigonometri yg juga disebut power factor. Power factor menunjukkan terjadinya perbedaan nilai antara jumlah Volt Ampere yg ‘dikenakan’ pada alat dan Volt Ampere yg benar2 digunakan oleh alat tersebut. Seperti seorang pemain basket yg dari statistik membutuhkan 15 tembakan untuk membuat 10 tembakan masuk. Angka yg dihitung (true power) hanyalah angka dari tembakan yg masuk (10). Sisa 5 tembakan yg tidak masuk, kembali ke PLN. eh.. tim lawan :D

So, kembali ke alat yg menggunakan total 267W tadi (PSU). PSU mengandung komponen spt koil, trafo, kapasitor, dll yg bekerja pada sirkuit AC sehingga berlaku fenomena power factor tsb. Umumnya PSU mempunyai PF = 50% – 65%

P = V x A x PF

267W = VA x 65%

VA = 267W / 65% = ~410 VA

Jadi, gambarannya, listrik sebesar ~410 VA diserap oleh PSU, dari sejumlah itu uma 65%nya (PF) yg dipakai (=267W), dan kemudian cuma 75%nya (efisiensi) dari 65%nya itu yg menghasilkan power sebenarnya (daya di sirkuit DC).

410VA (x65% PF) -> 267W (x75% efs.) -> 200W.

410 – 267 = 143

143VA kembali ke sirkuit PLN tanpa dimasukan ke hitungan tagihan bulanan di meteran listrik. Di gardu PLN atau di tiang listrik khusus biasanya terdapat kotak besar yg berfungsi sebagai APFC, sehingga pada akhirnya PLN ga rugi2 amat dengan fenoma terjadinya ketidakefisienan PF di tiap2 rumah.

Namun lain dengan perusahaan besar, mereka dikenakan tagihan listrik sebesar Volt Ampere yg mereka pakai sebab jumlah ketidakefisienan terlalu besar utk ditanggung PLN sendiri. Sehingga biasanya pabrik2 besar meiliki gardu listriknya sendiri lengkap dengan APFC-nya.

Karena itu untuk memperingan beban PLN, biasakan membeli barang yg minimal memiliki passive PFC (PF= 65% – 80%). Untuk pengguna komputer, cobalah sedikit cara utk mengurangi listrik yg dipakai.

(http://forum.webgaul.com/showthread.php?s=&threadid=45208).

angka pastinya sih gue gak gitu tau dan tergantung merek PSUnya sendiri kali? tapi yang gue tangkep dari googling bedanya PFC dan non PFC yah kurang lebih seperti itu.

PFC decoded -> http://www.dansdata.com/gz028.htm

Work, Power and Apparent Power -> http://www.pcguide.com/ref/power/ext/basics.htm

Testing Power Factor (PF) – http://www.systemcooling.com/tt_twv480-05.html

Saya rasa penjelasan seperti apapun perlu waktu dan tenaga untuk diserap dan dipahami oleh banyak pengguna komputer, sebab DC tidak sama dengan AC. Dan kekuatan PSU tidak bisa disamakan dengan prosesor, yg bila angkanya 2000mhz akan benar2 2000mhz. Tapi PSU 400w tidak benar2 solid 400w, namun bisa dianggap 250W di line 3.3V dan 5V (combine), dan 150W di line 12V.

Itupun ternyata banyak psu yg mengklaim (utk 400w) bahwa

400w = 200w(combine) + 120W = 320W (??? :D;)

pada suhu 25C.

Sedangkan suhu wajar beroperasinya PSU adalah 30C-40C. Meningkatnya suhu meyebabkan efisiensi melemah. Berkurangnya efisiensi menyebabkan panas yg ditimbulkan lebih banyak. Lebih banyak panas = efisiensi makin berkurang. Lingkaran setan. Bingung ya?? Sama saya juga pusing nulisnya.. Intinya Power supply biasa yang non true power apalagi bawaan casing dengan label 400watt ato lebih, belum tentu menyuplay tenaga secara real sebesar itu. So kita kita harus lebih jeli.

Share Disini Jika Menurut Anda Bermanfaat:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • MySpace
  • Facebook
  • Live
  • Twitter
Add comment

2 responses : “ Overclock PC dan pentingnya PSU (Power Supply) ”

  1. 1
    Info Gaptek :

    Informasi yang berguna.
    Jadi tambah pinter nih :)

    Reply

  2. 2
    OVERLOCKING DAN KEMAMPUAN PSU POWER SUPPLY | PUSAT INFORMASI DAN KURSUS KOMPUTER-PARE :

    [...] DISINI -7.775548 [...]

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »