Sebelumnya saya bingung mau anggap postingan ini sebagai apa?? Tapi satu yang jelas, postingan ini saya buat bukan untuk menjelek2kan sebuah perusahaan yang menyediakan jasa komunikasi seluler, tapi untuk memberikan dukungan untuk kualitas yang lebih baik.
Saya tahu temen-temen sumua pasti sudah banyak yang mengenal Axis, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang jasa komunikasi seluler dengan berbagai fitur didalamnya. Hehehe..ah berbelit-belit, okeh deh saya mulai curhat saya.
Saat pertama kali axis diluncurkan, axis serasa memberikan sebuah minuman segar akan kehausan teknologi komunikasi yang sudah dimiliki para calon-calon konsumennya saat itu. Bagaimana tidak? Axis menyatakan dirinya sebagai GSM yang baik. Sms hanya 60 rupiah ke SEMUA operator, telephone hanya 1 rupiah sepuasnya ke sesame axis, dan yang paling penting buat saya saat itu, adanya gratisan akses data sebesar 100 mb perbulan. Apalagi saat itu adalah saat saya sedang senang-senangnya bercengkrama ria dengan temen-temen lewat dunia chat mig. Apa sih yang kurang dari semua itu?
Saat pertama axis diluncurkan hingga beberapa bulan perdana itu berbaur dengan masyarakat Indonesia, untuk meramaikan dunia perkomunikasian di Indonesia, saya merasa nyaman dan hampir terbebas akan keluhan-keluhan yang mungkin ada saat itu. Saya mengakses internet secara penuh tanpa kendala yang berarti, akses data lancar, sinyal oke ditempat saya (saat itu jangkauannya masih belum luas). Dan sarana lainnya pun dapat saya gunakan dengan baik.
Namun perubahan datang, Saya masih ingat saat itu indosat sebagai andalan sebagian besar konsumen untuk mengakses internet sedang mengalami kendala. Karena persaingan yang besar2an antar perusahaan sejenis saat itu, mungkin indosat sedang goyah. Dan yang terjadi adalah beberapa atau entah mungkin sebagian besar konsumen berpindah sesaat untuk berbondong-bondong ke axis, dari mulut ke mulut, media masa, bahkan dari rasa penasaran sendiri. Disinilah pelajaran untuk axis dimulai. Promosi yang besar-besaran, strategi penjualan dengan pangsa pasar anak muda yang brilian, seakan terlihat rendah karena tertutup oleh kekurangan dari kemampuan yang dimiliki oleh axis sendiri.
Derita saya terjadi pertama kali saat pulsa saya tiba-tiba menghilang entah kemana saat penggunaan gprs, 20rb menjadi 5rp saat saya mencoba koneksi ke internet, namun tak kunjung-kunjung tersambung. Awalnya saya hanya berpikir itu sebuah trouble, dan saya yakini pulsa saya akan kembali. Tapi ternyata salah, dan yang saya sesalkan lagi, hal ini juga terjadi pada semua teman saya. Ya ampun…
Derita kedua adalah sering sulitnya pengaksesan internet dengan axis. Dan saya akhirnya meninggalkannya. Saya tidak mau ambil resiko lagi hehehe..susah juga pake yang murah.
Sebulan sesudahnya, saat orang sudah tidak lagi memperbincangkan axis, saya mendapati perdana axis saya tergeletak dikamar, dan saya ingat, pulsa saya masih, dan sayang kalo dibuang begitu saja. Alhasil saya pakai tuh buat koneksi ke internet. Ternyata pulsa saya sukses terbuang benar-benar sesuai dengan apa yang saya pakai. Senengnya..dan saya pun lupa akan kekesalanku tempo dulu. (lagi-lagi terbuai oleh biaya yang murah). Hanya sampai disitukah? Belum.
Baru-baru ini axis tak henti-hentinya mempromosikan kelebihan barunya. Dan lagi-lagi yang saya soroti paket pelajar dengan akses data free 1 mb perhari, dan rp 0,5 untuk kelebihannya. Murah kan? Tidak!!! Terasa sangat mahal bagi saya karena sampai saat ini, saya tidak bisa memaksanya tersambung ke internet. Setiap 3 detik akses terputus. Itu terjadi sejak dua minggu setelah saya membeli perdana tersebut (mungkin saat ini masa promo tersebut sudah habis). Saya mennghubungi operator, hanya kata maaf yang saya dapat.
Hal yang saya tangkap saat itu dan saya sangat berharap bisa menjadi pelajaran berharga untuk perusahaan tersebut adalah, ketika mereka membicarakan kelebihannya, ketika mereka membesar-besarkan promosinya, apakah adil jika konten yang mereka berikan tidak sebanding? Perbaikan dari sisi internal tidak dilakukan sebanding atas jasa yang mereka tawarkan. Kali ini bukan masalah tarif lagi. Ketika sebuah perusahaan tidak bisa memberikan pelayanan sesuai apa yang dijanjikan dan diharapkan oleh konsumennya, dikarenakan tidak diimbangi dengan apa yang mereka mampu perbuat, justru memberikan kekecewaan dan mungkin trauma untuk memakainya kembali. Lebih baik dengan tarif yang normal namun bisa memuaskan. Apalagi saat ini dia menawarkan produk paket 3Gnya dengan quota 3 Gb. Masih inginkah mencobanya? terserah bagaimana pendapat teman-teman. Tapi setidaknya saya juga berterima kasih atas apa yang dulu pernah saya dapat dan bisa membantu kegiatan online sehari-hari saya.













Jorinda : 04 January 2009 at 3:10 AM
Reply
Munawar AM : 04 January 2009 at 4:16 AM
Kepada siapa blogger mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi?
Jangan kemudian dihakimi doooonng…; posting di atas kan uneg-uneg yang mungkin bisa didiskusikan lbh lanjut. Betul kan?
Reply
Topanz Reply:
January 4th, 2009 at 6:14 AM
Reply
abdal malik : 04 January 2009 at 10:59 AM
Perlu juga sebenarnya sebuah perusahaan menceritakan kelemahan-kelemahan prodoknya. Saya pikir asal perusahaan fair konsumen juga bisa lebih nyaman dalam memilih lah…
Reply
Topanz Reply:
January 4th, 2009 at 7:38 PM
Reply
[H] : 05 January 2009 at 11:31 AM
Reply
Topanz Reply:
January 5th, 2009 at 8:16 PM
Reply
annosmile : 06 January 2009 at 1:06 AM
Saran saya
Mungkin anda perlu mengubah beberapa kalimat terakhir.
Memang, isi tulisan merupakan tanggung jawab penulis.
Namanya juga iklan kita perlu waspada akan kebenarannya.
Jangan termakan oleh iklan, mending tanya pada orang yang lebih berpengalaman agar tidak terjebak dalam situasi seperti anda saat ini
Iklan belum tentu real dan kadang menipu..
Reply
Topanz Reply:
January 6th, 2009 at 1:32 AM
pada dasarnya post ini saya maksudkan bukan untuk mempengaruhi orang lain. Seandainya suatu saatpun perusahaan tersebut sudah bisa memperbaiki kekurangannya, saya mungkin tidak akan takut untuk mencoba lagi. Dengan harapan jaminan kualitas yang lebih baik dari saat ini, dan bukan berarti terjamin harus bebas dari segala masalah, melainkan dapat meminimalisir kekurangan yang sudah ada..
Reply
imamnic : 06 January 2009 at 4:55 AM
Reply
Fuad : 10 January 2009 at 6:11 PM
isih mending ketimbang im2ku
isohe konek mung bengi-esuk
Reply
imcw : 13 January 2009 at 7:40 PM
Reply
Freddy : 21 January 2009 at 6:29 AM
:kenyang:
malahan mau :muntah:
Tapi asyik ga mikir biaya lagi :bobo:
Reply