Tidak sedikit kesuksesan orang berawal dari internet, sekali lagi saya katakan, oh teknologi betapa menyenangkannya. Mungkin hampir sebagian besar penduduk di dunia ataupun yang membaca artikel saya kali ini sudah sangat sangat sangat tidak asing terhadap internet, tapi saya ingin berbagi sedikit kisah kisah kesuksesan beberapa orang lewat dunia maya ini. Dan menunjukan betapa berartinya internet jika kita memahaminya. Dan saya mulai dari sejarah internet sepengetahuan saya dari beberapa referensi.
Sejarah awal internet
Pada awalnya internet ini merupakan proyek Pemerintah Amerika Serikat yang dikenal dengan nama DARPA (Defense Advance Research Project Agency).
Proyek ini berkembang dengan cepatnya menjadi internet yang hadir di tengah masyarakat untuk penggunaan komersial dan akademis. Internet ini mulai tumbuh pesat pada decade 1990, sejak diterapkannya TCP/IP (Transission Control Protocol/Internet Protocol)
Internet Protocol yang digunakan pada saat ini jika tidak salah adalah Internet Protocol Version 6 (IPv6) yang jika dibandingkan dari versi sebelumnya yaitu IPv4, lebih dapat memberikan keleluasaan “address” dan “routing” serta IPSEC (IP Security) untuk meningkatkan kecepatan dan lebih menjamin keamanan untuk mengakomodasi aplikasi internet telephony, e-commerce, dan VoD (Video on Demand) dengan lebih baik dan aman.
Mendapatkan sesuatu yang gratis atau berbagai macam hal yang menarik di internet termasuk incaran para pelancong internet pada umumnya. Dan layanan ini memang biasanya sengaja disediakan untuk menarik pengunjung. Beberapa situs seperti www.detik.com seringkali menyelenggarakan berbagai event yang siap memberikan bermacam-macam hadiah yang diundi tiap mingguan, bulanan dan tahunan.
Mau terbang ke luar negeri gratis, terus nginap ditanggung, dan uang jajan juga? www.astaga.com pernah menawarkan kepada pengunjungnya yang ingin ikut event ini. Ya itu tadi, kalau jeli pasti kita akan menemukan hal-hal menarik tadi. Tapi saya yakin hal-hal diatas sudah tidak asing lagi bagi kita. Dan mungkin beberapa hal berikut ini yang perlu kita ketahui, tentang kisah-kisah menarik beberapa orang yang mereka dapat dari internet.
Berkat Internet Berkunjung ke Amrik
Pengalaman ini adalah cuplikan dari harian Republika, 25 Juni 2000. Dah lama banget ya? Tapi tidak ada salahnya kita bicarakan lagi. Prisya Aristi Ratnasuri punya pengalaman heboh dengan internet. Berkat kegemarannya surfing didunia maya, ia pernah ‘ngintip’ Gedung Putih. Trus siswi yang saat itu masih duduk di bangku SMP ini pernah terjebak di situs untuk orang gedean (tau kan maksudnya….) ketika salah memberi perintah pada komputernya.
Pengalaman terhebohnya, saat dunia ramai membicarakan skandal Clinton dengan Lewinsky saat itu. Prisya ini usil dengan mengirim surat ke Presiden Amrik itu. Tahu nggak, antara lain pertanyaannya? Prisya nekat nyentil soal skandal itu. Tak disangka Clinton membalas suratnya, menanggapi pertanyaan jahil Prisya itu dengan diplomatis. Selain itu, Clinton mendoakannya dan berharap Prisya kelak dapat bersekolah ke Amrik.
Dan berkat internat pula, Prisya pun sempat berkunjung ke Amrik. Ceritanya ketika ia masih kelas IV SD, ada lomba mendesain baju boneka Barbie. Pertama, ibunya menolak untuk memenuhi permintaan Prisya, Tetapi rengekannya didengar Ayahnya.
Jadilah Prisya ikut lomba itu. Prisya semula mengirimkan satu desain baju Barbie, tetapi ketika iseng dia membuka internet dan melihat ada boneka Barbie berbaju India, Jepang, dan baju Negara lain, ia bertanya-tanya. “Disitu, Barbie pake baju macem-macem, yang nggak Cuma baju Indonesia”, katanya.
Akhirnya, Prisya mengirimkan kembali desain baju boneka seksi cantik yang dikenal diseluruh dunia itu. Kali ini, ia mengirimkan desain baju dengan adat Bali. Hasilnya, dia menggondol juara pertama dan berhak ke Amrik, Negara asal boneka itu.
Bila Prisya punya pengalaman heboh, maklum saja, karena sejak usia Sembilan tahun telah mengenal internet.
Ceritanya, saat itu ayahnya baru pulang dari Amrik. Ia membawa laptop yang saat itu masih langka di Indonesia. Jelas aja Prisya penasaran. “Jadi waktu prisya bertanya barang apa itu, ayahnya hanya menjawab, alat ini canggih banget, bisa buat begini, begini”. Ujar Prisya yang tinggal di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta selatan.
Ketika sang Ayah pergi. Prisya kecil mengutak atik alat itu. Kalau ayahnya pulang, dengan buru-buru ia menutup alat tersebut. Sampai suatu ketika alat tersebut rusak dan Prisya menjadi tersangkanya. Akhirnya ayahnya bilang, “kalau mau tahu, ayah ajari, daripada belajar diam-diam’, ujarnya. Jadilah sejak itu Prisya mulai melayari internet.
Dari Kamar Kost, Menjual 100 PC Per Bulan
Mengikuti sukses Michael Dell di Amerika Serikat, dua mahasiswa Wiro dan Korpin, mendirikan datakencana.com. Omzetnya tak kalah dengan took tradisional. Seperti yang pernah diungkapkan tabloid dotcom.
Jalan K.H. Taisir, Kemanggisan, Palmerah, begitu sempit. Deretan toko-toko pandai besi semrawut, tak beraturan. Begitu sempitnya jalan itu, salah satu yang berpapasan pun harus berhenti untuk memberikan kesempatan pada yang lainnya. Untuk parkir, bukan perkara mudah. Mencari alamat yang dituju, hampir mustahil menemukannya.
Tapi siapa sangka, ditengah kesumpekan seperti itu, Wiro Hardy, bersama temannya Korpin, mengelola datakencana.com, toko computer online yang saat ini boleh dibilang merupakan salah satu penguasa pasar di internet.
Mau tau berapa computer yang bisa dijual dua pemuda kuliahan itu pada saat itu? Rata-rata, 100 unit perbulan. Itu belum termasuk peripeal dan aksesori computer lainnya. Bayangkan sendiri, berapa omzet dan perputaran uang dari toko yang tidak ber show room itu saat itu.
Bagi yang tidak tahu, banyak yang menganggap saat itu Data Kencana sebagai perusahaan e-commerce besar yang serius menangani industry komputerisasi. Seperti sentralayan.com milik Metrodata yang menempati empat gedung besar bertingkat di jalan Sudirman. Padahal pada kenyataannya Data Kencana hanyalah sebuah kamar seluas 4×4 meter persegi. Kamar itu dibagi dua; ruang kerja dengan satu meja untuk Akuntan dan satu lagi untuk computer yang nyambung ke internet dan telepon.
” Untuk bisnis gede-gedean, kami punya kendala. Pertama kami tidak punya moda besar untuk sewa toko. Dan kedua, siapa yang kenal kami?” kata Wiro saat itu.
Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komputer, Wiro dan Korpin memang hobi mengutak-atik “kotak ajaib” itu. Mereka meyakini, perkembangan internet di tanah air semakin hari semakin bagus. Keadaan ini menimbulkan ilham bagi mereka untuk berdagang kecil-kecilan secara online.
Ide berjualan computer secara online awalnya merupakan gagasan Wiro Hardy. Sedangkan nama Data Kencana diusulkan oleh Korpin. Keduanya sepakat, kepemilikan perusahaan yang saat itu masih belum memiliki akta notaries PT itu, menetapkan saham masing-masing 50%.
Berapa dana awalnya? “boleh dibilang tidak pakai modal. Dramatis memang. Kami memulainya hanya dengan niaya hosting di Indoglobal. Waktu itu Cuma Rp. 57.500 perbulan plus rekening telepon. Mungkin modal awalnya sekitar Rp. 5 juta. Uang segitu untuk beli satu unit PC saja (pada masa itu) tidak cukup. Jadi kita harus pinter-pinter memutar uang”, ujar wiro menceritakan sejarah Data Kencana.
Dengan keterbatasan dana itu, mereka memulai usahanya secara serius. Barang-barang yang mereka jual bukannlah milik mereka. Tapi milik vendor dan took-toko computer yang bisa ditemukan di Mangga Dua dan Glodok. Setiap ada transaksi lewat Data Kencana, Wiro dan Korpin mendapat fee tertentu.
Mengikuti jejak Michael Dell yang sukses dengan took mayanya. Data Kencana bertekad untuk memberikan pelayannan terbaik kepada para pembelinya. Wiro mengakui bahwa kepercayaan adalah kunci sukses bisnis onlinenya ini. Ia melayani pembeli lewat telepon, e-mail, dan alamat pos, serta sekarang menggunakan layanan Yahoo Meseenger.
Suami Istri Berbisnis Di Internet
Pengalaman ini dituturkan langsung oleh Kurniawan Junaedh dalam diskusi panel yang berlangsung dijakarta,beberapa tahun silam. Beliau adalah wartawan dan juga penulis sastra yang tidak punya latar belakang Teknologi Informasi. Setelah hamper 20 tahun bekerja di dunia penerbitan media massa cetak, dua tahun lalu ia masuk kedunia internet. Mari kita ikuti pengalaman menarik ini.
Dua tahun berkecimpung didunia internet sejak tercatat sebagai netizens (warga internet) sampai kini menjadi anggota Net Addict Club (Pecandu Internet), saya menyimpulkan beberapa hal menarik dari dunia maya ini, antara lain:
- Internet adalah ‘dunia boleh dan bisa salah’ atau dunia action. Tak aneh lahir semboyan “act now, analize later” dan menganggap musuh terbesarnya adalah waktu.
- Internet telah mengacaukan perbedaan antara bermain, bekerja, dan termasuk berbisnis.
- Internet adalah sebuah dunia yang tidak diskriminatif dan tak kenal SARA.
- Internet adalah sebuah jagad yang terbentang secara transparan.
Manggadua.com
Muncul praktis dari pemahaman akan karakter online seperti itu.
Sejarah Berdirinya Indokado.com.
Indokado berdiri awal February 2000. Modalnya? Domain name indokado.com seharga 35 dolar. Mengapa namanya indokado? Karena kami ingin menjual kado. Mengapa namanya indoflorist? Karena maunya jualan bunga untuk mereka yang tinggal diluar Indonesia yang ingin mengirim bunga untuk relasi/teman atau handai taulannya di Jakarta.
Awalnya kami hanya berani melayani kota Jakarta saja, kemudian Jabotabek. Namun, seiring dengan banyaknya permintaan, kami mengembangkan jaringan ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Saat ini, permintaan dari calon partner berdatangan tak hanya di luar Pulau Jawa, tapi juga dari Hongkong, Singapura, dan Cina.
Tiga situs itu, sehari-hari praktis hanya dikelola saya dan istri, yang praktis menjadi CEO, merchandize, juga costumer service. Took kami buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari dalam setahun. Tak takut didemo, dijarah, dan tak takut direpotkan oleh urusan-urusan SDM.
Bangun tidur, belum mandi atau gosok gigi, atau sambil digelayuti kiri kanan oleh anak-anak, kami sudah biasa melakukan transaksi online sampai ratusan dollar. Didunia offline, kita harus pakai jas dan dasi untuk menghadapi konsumen/partner. Didunia bisnis offline juga mempuat surat perjanjian bisnis sangat bikin pusing. Menulis e-mail lebih enak, tidak terlalu dituntut untuk berbasa-basi.
Itulah beberapa kisah, pengalaman dan kesuksesan mereka yang diperoleh dari internet. Bagaimana dengan anda?













munawar am : 09 January 2009 at 2:19 PM
itung-itung buat mempersiapkan ilmu yang bisa ditularkan buat anak-anak kelak;
terima kasih atas infonya..
Reply
Topanz Reply:
January 9th, 2009 at 10:45 PM
Reply
unting : 10 January 2009 at 6:23 AM
Reply
wahyoe : 10 January 2009 at 7:42 AM
Reply
aruta : 10 January 2009 at 8:52 AM
Reply
Topanz Reply:
January 11th, 2009 at 3:11 AM
Reply
BlaGaBloGer : 11 January 2009 at 1:20 AM
saya juga pengen bisa sukses di Internet…. :kagum:
Reply
Topanz Reply:
January 11th, 2009 at 3:12 AM
Reply
Fuad : 12 January 2009 at 4:38 AM
setuju!
Reply
hamka : 13 January 2009 at 1:52 AM
Reply
arifudin : 13 January 2009 at 12:10 PM
Reply
denologis : 13 January 2009 at 7:35 PM
Internet memang mantab.
Reply
Topanz Reply:
January 13th, 2009 at 7:48 PM
Reply
Sgenk : 13 January 2009 at 10:26 PM
Reply
Topanz Reply:
January 14th, 2009 at 11:59 PM
Reply
joRind : 18 January 2009 at 4:39 AM
Reply
The Dexter : 21 January 2009 at 11:02 PM
Reply
taufik : 16 February 2009 at 8:12 PM
http://www.aabisnisonline.wordpress.com
selamat mencoba gak salahken lagian gratis koz…………………………………….ayo buruan…………hahah3x
Reply
Fuad : 29 March 2009 at 9:54 PM
Reply
michael sugiarto : 22 April 2009 at 3:30 AM
Reply
michael sugiarto : 22 April 2009 at 3:32 AM
Reply
Aksesoris Maggie : 06 March 2010 at 10:04 AM
Reply