Saat ini sudah sekitar dua tahun lebih layanan 3G indonesia menyapa masyarakatnya. Kalau tidak salah sudah sejak pertama diluncurkan pada september 2006. Meski sepertinya banyak yang sanksi akan kesuksesannya dan kini pamornya mulai terguncang karena muncul kabar bakal hadirnya teknologi 4G, namun sepertinya layanan 3G sudah mulai diterima masyarakat dengan cara yang lain.
Pada saat awal diluncurkannya 3G di indonesia, pandangan kita akan setuju jika kunci kesuksesan mereka adalah konten. Bagaimana tidak, kita bisa memanfaatkan kecepatan 3G jauh jika dibanding (GPRS/EDGE), dan mungkin yang terbayang dibenak kita adalah konten 3G akan berisi tampilan multimedia yang luas baik itu foto, video, musik ataupun animasi.
Namun jika kita melihat sekarang, setelah dua tahun lebih 3G menemani kita, banyak konten-konten favorit tidak kunjung datang. Aplikasi andalan mereka yang berupa video call dan video streaming tampaknya membuat pengguna cepat bosan. Selain karena masih belum terjangkaunya ponsel tersebut di kalayak luas, tapi juga kemampuan ponsel untuk menampilkan layanan ini yang masih jauh dari yang diharapkan. Para provider-provider konten (CP) yang seharusnya diharapkan dapat menyemarakkan layanan ini juga tak kunjung menghadirkan konten favoritnya ke pengguna.
Maraknya iklan CP (Content Provider) dengan konten berbasis teks (SMS) seperti ramalan jodoh, weton, nasib berdasar tanggal lahir, hingga janji janji untuk bisa ber SMS dengan artis, menunjukkan bahwa konten sederhana berbasis 2G inilah yang masih disukai sebagian besar masyarakat. Tidak hanya artis cantik, para normal seperti mama louren, ki joko bodo dan pesulap deddy corbuzier, juga ikut mencicipi rejeki dari masyarakat pencinta hal-hal yang mistik dan serba instan. Apakah memang demikian selera masyarakat indonesia? Atau mereka belum mengetahui asyiknya menikmati konten 3G?. Apapun itu, industri konten indonesia bisa dibilang makin terpuruk. Dari data yang disebutkan IMOCA (Indonesian Mobile Content Association) terdapat penurunan pendapatan yang diterima penyedia konten sekitar 15 milliar dari tahun 2007 sampai akhir 2008. Yang dikawatirkan lagi adalah jika konten 3G asli indonesia tidak kunjung tumbuh. Terus bagaimana para operator penyedia layanan 3G bisa menutup pengeluaran mereka saat membayar lisensi ratusan milliar dan pembangunan ribuan BTS 3G yang mahal?
Jejaring Sosial Sebagai Pemacu Mobile Internet
Dibalik keterpurukan diatas, justru saat ini bermunculan para idola-idola baru di dunia internet, yaitu situs jejaring sosial atau situs pertemanan
. Situs-situs seperti Friendster, Facebook dan MySpace begitu mewabah di indonesia. Bisa dikatakan, friendster merupakan biang gandrungnya publik indonesia ke dunia maya. Bagaimana tidak, banyak sekali kejutan-kejutan yang bisa muncul dari friendster, misalnya bertemu dengan sahabat SMP yang sudah lama menghilang. Pernah mengalaminya?. Jumlah pengguna friendster per 2008 secara global mencapai angka 75 juta (sumber comScore). Sekitar 75 persennya berasal dari asia seperti Filipina, Indonesia, Hongkong, Singapura dan malaysia. Dengan semakin tingginya pengguna internet via ponsel, kemudian friendster menyediakan versi mobile mereka.
Situs jejaring sosial lainnya yang saat ini gempar diindonesia adalah Facebook. Dengan jumlah diseluruh dunia sekitar 120 juta. Dan saat ini merupakan situs jejaring sosial yang terbesar pertumbuhannya dan mencapai 458 persen di Asia Pasifik..
Selain itu, situs pertemanan ini masih dilengkapi pusat penyuka video dan foto seperti Youtube, flicker, photobucket, plaxo, shozou yang juga tak kalah hebohnya. Lalu di Indonesia? Yahh, meski masih tertatih-tatih indonesia juga masih punya andalan sederet situs-situs jejaring sosial dan komunitas online seperti Digli.com, Kafegaul.com, Chip magazine, Kaskus, Gwbanget.com, Indogamers, hingga blog dan forum-forum lokal yang dipopulerkan portal besar seperti Detik.com dan Kompas.com.
“Manusia adalah makhluk sosial dan situs jejaring sosial memungkinkan menyalurkan insting sosial kami. Karena itu, popularitas situs jejaring sosial meningkat pesat“, papar kepala Virtual Human Interaction Lb stanford Universitas Proffesor Jeremy Bailenson yang dilansir tabloid sinyal. Daya tarik dari situs jejaring sosial ini adalah mampu membebaskan pengguna untuk berinteraksi sebagai figur-figur yang ideal.
Yang terakhir, Hal penting lain dari mewabahnya internet adalah blogger-blogger indonesia, yang saat ini jumlahnya mencapai ratusan ribu blogger. Inilah sebuah cara cerdas, atau cara lain yang memunculkan konten-konten asli indonesia seperti yang saya katakan di awal-awal. Jadi daripada mancari-cari dimana letak seretnya konten lokal yang seharusnya disediakan Content Provider di indonesia, yaa, lebih baik kita sambut saja kehadiran demam sosial yang satu ini.
Berbagi Konten Adalah Masa Depan 3G
Semua kehebohan-kehebohan yang ada itu, pastinya membutuhkan koneksi internet untuk menikmatinya. Begitu banyak yang membaca isi blog, mengirim konten, menonton atau mendownload video dan musik. Blog sebagai catatan pribadi, penyedia informasi, serta situs pertemanan sudah tentu harus sering diupdate. Ini memunculkan sebuah kebutuhan internet yang praktis dan bisa diakses dimana saja serta kapan saja.
Begitu banyak orang yang ingin menulis di blog dan mengirim foto-foto, ataupun aktifitasnya, ke dalam blog. Bahkan sering muncul ketidak sabaran dalam mengirim video koleksinya ke youtube atau mengupdate berita dan foto di facebook. Kini anak muda terasa begitu kurang pergaulan jika tidak memiliki akun pada facebook atau friendster. Padahal, masih banyak diantaranya yang masih jauh dari komputer. Sebaliknya, mereka sangat dekat dengan adanya ponsel. Mungkin juga karena lebih dekat dan praktis.
Walau bagaimanapun, saat ini ponsel merupakan perangkat ideal untuk menjangkau jaringan sosial, dan membangun komunitas online. Bukan hanya karena ponsel sudah hampir dimiliki setiap orang, tetapi saat ini ponsel sudah dilengkapi dengan fitur utama seperti kamera foto, video, pemutar musik dan perekam suara yang bisa dogunakan untuk mendokumentasikan gerak kehidupan. Para vendor-vendor seperti nokia dan sony ericsson bahkan telah memasukan teknologi yang didisain agar pengguna lebih mudah meng-upload gambar atau teks ke dalam blog. Ponsel seperti inilah yang menjadi alat ampuh, bagi mereka yang ingin berbagi foto, klip video, atau koleksi lagu, kedalam komunitas online.
Disinilah layanan 3G bisa menemukan pencintanya. Semoga operator 3G mampu bisa segera menangkap gelombang kebutuhan untuk tampil di internet yang makin membesar ini. Daripada para operator sibuk mencari konten atau killer application untuk 3G, lebih baik memberi kesempatan pengguna ponsel menyediakan kontennya sendiri. Inilah yang saya maksud 3G melesat dengan konten si penguna. Bukan konten dari pelayanan yang disediakan oleh vendor atau content provider. Lalu bentuk layanan apa yang bisa mereka dihadirkan?
Yang pertama, harga harus masuk willingness to pay (WTP) dari pengguna indonesia alias kesediaan membayar, sebesar Rp 100/bulan. Kedua, bisnis 3G justru hanya mampu menjadi bisnis akses, operator tidak mendapatkan penghasilan lain selain penggunaan jaringannya. Untuk itu perbaikan dan pemaksimalan kualitas sangatlah diperlukan. Yang ketiga adalah bisnis ini sangat rentan perkembangan teknologi. Maka, melihat berbagai kondisi sekaligus riset yang ada, diperlukan reorientasi pengembangan 3G sebagai media akses bergerak.
Saat ini layanan suara (voice) masih dikedepankan daripada layanan data. Mungkin semakin kedepan, dan semakin berkembangnya kebutuhan akan akses data, layanan suara (voice) akan turun dan layanan data akan naik. Atau apa lebih baik dipisahkan antara layanan suara (voice) dan data dipisahkan?. Waktu yang akan menjawabnya
.













dery : 01 March 2009 at 12:37 AM
Reply
Topanz Reply:
March 1st, 2009 at 12:55 AM
Reply
senoaji : 01 March 2009 at 3:43 AM
Reply
Freddy : 01 March 2009 at 10:57 AM
Btw tambah semangat aja nih ngeblognya..
Reply
Topanz : 02 March 2009 at 12:51 AM
@freddy kejar target akhir bulan freed..tapi tetep nyantai kok.
Reply
suryaden : 02 March 2009 at 1:28 AM
Reply
Topanz Reply:
March 2nd, 2009 at 2:15 AM
Reply
Diah : 02 March 2009 at 2:18 AM
tq infonya mas
Reply
hamka : 02 March 2009 at 4:01 AM
Reply
cebong ipiet : 02 March 2009 at 4:22 AM
Reply
Kontes Fajarseraya : 02 March 2009 at 4:35 AM
Reply
Topanz : 02 March 2009 at 5:19 AM
@cebongipit iya mas..semoga operator juga mau lebih mikirin hal itu
Reply
Fuad : 02 March 2009 at 6:25 AM
pdahal 5 km diselatan dah kejangko, pucuk nggunung yo udah.
khususon buat indosat dan tsel, mugo2 cpet pasang towere… Amien
Reply
Uchan : 02 March 2009 at 6:56 AM
Reply
Topanz Reply:
March 2nd, 2009 at 8:25 AM
@uchan
iya mas..karena provider2nya msh gabungin antara layanan akses data dgn suara..dan yg didahuluin yg layanan voice..dikala layanan suara lg sibuk..jaringan internet merka yg dikorbanin..itulah mengapa pada jam2 sibuk ato jam2 tlp murah,kok internetnya lelet..haiyah
Reply
denologis : 02 March 2009 at 11:23 AM
Reply
BlogSigit : 02 March 2009 at 6:28 PM
Reply
Vicky Laurentina : 02 March 2009 at 7:08 PM
Reply
meylya : 02 March 2009 at 10:55 PM
Reply
Topanz Reply:
March 3rd, 2009 at 12:44 AM
Reply
cipzto : 03 March 2009 at 1:08 AM
Reply
Topanz Reply:
March 3rd, 2009 at 1:18 AM
Reply
Cuma ini : 03 March 2009 at 2:20 AM
Reply
g : 03 March 2009 at 4:50 AM
kasih gw kritikan dong…thx
Reply
[on]com : 03 March 2009 at 6:38 AM
Reply
Topanz : 03 March 2009 at 7:41 AM
@g udah meluncur
@[on]com ditunggu aja
Reply
tito : 03 March 2009 at 2:46 PM
Reply
Topanz Reply:
March 4th, 2009 at 6:27 AM
Reply
annosmile : 04 March 2009 at 6:51 AM
Reply
cipzto : 04 March 2009 at 9:13 AM
Reply
Topanz Reply:
March 4th, 2009 at 9:50 AM
Reply
kipram : 04 March 2009 at 7:19 PM
Reply
dery : 04 March 2009 at 8:05 PM
biar gak hampa…
Reply
Topanz Reply:
March 4th, 2009 at 8:15 PM
Reply
Cipzto Reply:
March 5th, 2009 at 5:23 AM
Reply
Topanz Reply:
March 5th, 2009 at 5:44 AM
maybe yes maybe no
Reply
alief : 08 March 2009 at 7:12 AM
Reply