Ditemani secangkir teh dan mendoan hangat, saya bersantai diteras sambil memandangi tingkah keponakan kecil saya yang lucunya minta ampun. Sesentak membuat saya mengingat masa-masa kecil dulu, pas lagi imut-imutnya. Terlintas untuk melihat beberapa tonggak belajar pada usia awal seorang anak yang normal dan sehat. Betapa miripnya anak ini dengan saya dahulu. Saat saya merayakan ulang tahun pertama, saya telah belajar berjalan. Saat itu merupakan proses yang rumit baik secara fisik maupun mental yang hampir-hampir mustahil untuk dijelaskan dengan kata-kata atau diajarkan tanpa mendemonstrasikannya. Walaupun demikian, saya dapat melakukannya meski dengan berkali-kali terjatuh dan tersandung. Mengapa begitu? Saya yakin, anda sebagi orang dewasa dapat mengingat beberapa kasus ketika anda menyerah mempelajari sesuatu yang baru setelah gagal satu atau dua kali. Jadi, mengapa saya ataupun anda selalu mencoba dan mencoba lagi saat anda sedang belajar berjalan?
Jawabannya adalah ketika itu kita tidaklah mengenal konsep mengenai kegagalan. Untuk membantu kita saat itu, orang tua kita selalu meyakinkan bahwa kita pasti bisa melakukannya jika terus berusaha, dan mereka selalu mendampingi kita untuk mendorong dan memompa semangat kita. Setiap keberhasilan diakhiri dengan kegembiraan maupun tepukan yang memompa diri kita untuk lebih berhasil lagi. Disitulah motivator kita saat itu.
Kita semua dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tak pernah terpuaskan. Kitapun mempunyai indra-indra yang diperlukan untuk memuaskannya. Pernahkah anda memperhatikan seorang bayi yang meneliti dengan seksama sebuah mainan baru? Ia memasukkannya kedalam mulut untuk mengetahui rasanya. Menggoyangkan, mengangkatnya, memutarkannya perlahan-lahan sehingga ia bisa melihat bagaimana setiap sisinya terkena pantulan cahaya. Ia menempelkannya ditelinga, menjatuhkannya ke lantai dan mengambilnya kembali, membongkar bagian-bagiannya dan menyelidikinya satu demi satu.
Rasa ingin tahu dan terus menerus mempelajari sesuatu itulah yang sudah mulai hilang dalam diri manusia seiring dengan bertambahnya usia, proses pendewasaan dan pengalaman-pengalaman baik ataupun buruk. Jelas karena saat manusia menjadi dewasa, tidaklah lagi sepolos saat masih bayi. Saya kemudian berfikir seandainya saya tetap memiliki itu sampai saat ini pasti saya akan menjadi orang yang tidak mengenal akan kegagalan. Lalu bagaimana saya bisa mendapatkannya? Motivator…yah benar motivator..seperti motivator semasa kecil dulu.
Kembali saya ingat masalah saya saat ini, bagaimana pusingnya saya karena skripsi yang tidak selesai-selesai. Dengan Dosen yang bisa dibilang sangat senior dan banyak sekali maunya. Awalnya minta A dikasih A eh malah minta AB. Dikasih AB kemudian minta ABC. dikasih ABC minta ABCD. begitu seterusnya. Saya berfikir mungkin tidak akan habis kalau belum memberikan semua dari A-Z. Benarkah itu? Salahhhh…. Kita tidak pernah bisa menduga sepanjang apa sebuah cobaan ataupun tantangan yang harus dilewati saat proses pencapaian tujuan. Mengapa demikian? mudah saja.. mungkin kita terbiasa memperkirakan bahwa tantangan pasti ada batasnya dalam rentan sekian, sekian, dan sekian. Seperti contoh tadi, jika kita berfikir secara ilmu, pasti masalah akan selesai pada titik A-Z, padahal belum tentu demikian, bisa saja setelah Z masih berlanjut ke A1, B1, C1, kemudian A2, B2, C2 ds. Jika saya hanya melihat dari banyaknya cobaan atau tantangan yang mungkin saya lewati, pasti saya akan menyerah ditengah dan gagal. Habis atau pupus (bukan puspa
). saya mencoba dapatkan motivasi saya, apa itu? Rahasia hehehe
, tenang saja, setiap orang pasti punya motivasinya sendiri-sendiri. Kemudian saya bertekat, saya tidak akan lagi bermain-main untuk memperkirakan seberapa panjang hal-hal yang menghalangi atau menjadi tanangan buat saya, tapi saya akan melewati semuanya sampai akhirnya tantanganlah yang menyerah pada saya. Saya akan memperjuangkan pekerjaan saya sampai Dosen sayalah yang mengalah pada apa yang saya usahakan.
Sampai disini dulu ya..semoga bisa memberikan sedikit tambahan kamus hidup untuk temen-temen semua. Mari menggagalkan kegagalan.













meylya : 23 March 2009 at 2:48 AM
Reply
Topanz Reply:
March 23rd, 2009 at 11:20 AM
bcnda lho
Reply
gdenarayana Reply:
March 28th, 2009 at 5:11 AM
Reply
Topanz Reply:
March 28th, 2009 at 10:57 PM
Reply
Freddy : 23 March 2009 at 4:48 AM
Reply
Topanz Reply:
March 23rd, 2009 at 11:21 AM
motivatornya adadeh,mw tw ajah
Reply
yudi : 23 March 2009 at 7:34 AM
Reply
Topanz Reply:
March 23rd, 2009 at 11:22 AM
Reply
Cipzto : 23 March 2009 at 9:37 AM
Reply
Topanz Reply:
March 23rd, 2009 at 11:23 AM
gagal tuh apaan ya?
Reply
gdenarayana : 23 March 2009 at 11:32 AM
Semua ilmu yg didapet dibuat disana. Tetep semangat ja bro, mudah2an bisa cepet kelar. Mending difokuskan dan duluanin skripsinya deh biar lebih cepet kelar. Kalo udah kelar tuh rasanya plong banget, apalagi pas mo wisuda…wkwkwkwk…wah asyik…beban rasanya lepas tinggal bersaing mo cari kerja. Yakin deh bisa bersaing…hahahah. Lagian kerja kantoran anggap implementasi dari perkuliahan aja.
Saya lama2 bosen juga kerja…xixixxixi, untung balance antara diperintah dan memerintah…wkwkwkwk
adohhh kok panjang amir komenknya yah…hahahah. Mau baca – baca doloe sambil nyari angin seger…hahahah, arak bali tuh ndak enak, yang paling enak teh susu
Reply
Topanz Reply:
March 23rd, 2009 at 11:56 AM
iya wis,ikut kata senior aja..
teh susu g enak, enaknya susu telor madu
Reply
dery : 25 March 2009 at 1:53 AM
Reply
Fuad Reply:
March 26th, 2009 at 3:54 AM
Reply
khafi : 25 March 2009 at 11:05 PM
hehe
Reply
Topanz Reply:
March 25th, 2009 at 11:31 PM
yahhh…itu gimana sudut pandang kita aja mas..kalo dalam kamus bahasa jelas itu namanya kegagalan..tapi buat saya, saya anggep sebagai proses aja dahhh..
Reply
Blog Bisnis : 26 March 2009 at 1:16 AM
Reply
Fuad Reply:
March 26th, 2009 at 3:54 AM
Reply
Cipzto Reply:
March 27th, 2009 at 6:15 AM
Reply
Fuad : 26 March 2009 at 3:53 AM
gagal adalah awal dari keberhasilan
tiada keberhasilan yang ndak diawali kegagalan
kalau langsung berhasil, itu namanya bejan
ckakakkaa
Reply
Topanz Reply:
March 26th, 2009 at 3:55 AM
Reply
Rian Xavier : 26 March 2009 at 7:58 AM
Reply
Topanz Reply:
March 26th, 2009 at 8:37 AM
Reply
Kafe Blogger : 26 March 2009 at 11:55 AM
Btw salam kenal dan kami mengundang anda untuk bergabung di kafeblogger.com – tempat ngumpul para blogger
Reply
Topanz Reply:
March 26th, 2009 at 7:52 PM
Reply
Delpa : 26 March 2009 at 9:30 PM
Yap bener banget tuh, kegagalan adl hal yang wajar sebelum meraih kesuksesan, makany kita jangn mudah nyerah ama tantangan,anggap aj tuh ujian buat kt spya lebih dewasa dlm memaknai hidup, good luck,
Reply
Cipzto Reply:
March 27th, 2009 at 6:16 AM
Reply
Topanz Reply:
March 27th, 2009 at 6:22 AM
mbak maklum, yg diatas ini agak hihihi..agak gitulah
Reply
Cipzto Reply:
March 28th, 2009 at 3:52 AM
Reply
tukyman : 27 March 2009 at 1:03 AM
sudah lama aku tak berkunjung ke kaplingan anda
salm dari sesama blogger
Reply
gdenarayana : 27 March 2009 at 4:26 AM
baidewei mau mampir sore ngopi disini sambil ambil motherboard msi yang dicolong pas nyepi kemaren…hahahahah
Reply
jimmy : 27 March 2009 at 6:41 PM
Reply
byme : 28 March 2009 at 5:23 AM
byme
Reply
bayu mukti : 28 March 2009 at 7:10 AM
Reply
Nadia : 28 March 2009 at 10:49 PM
Reply