Menghitung hari, detik demi detik. Hehehe.. yup, puncak dari pesta demokrasi di tahun 2009 ini sudah mulai dekat euy. Perang urat saraf, urat nadi, urat kayu, urat sutra (ehh itu ulat ya
) dalam percaturan politik sudah semakin ter open (dibaca terbuka). Bagi partai-partai politik yang gede “bukan narayana”
dan dananya sangat besar, kelihatan dah pasti mereka akan memanfaatkan dananya untuk loby-loby, pasang iklan di statiun TV. Sedangkan parpol kecil (yang bisa masuk daftar contrengan saja sudah sangat bagus) mulai mencari-cari celah baru dengan koalisi atau apalah yang lain. Akhir-akhir ini semakin banyak saja tontonan panggung di berbagai kota, tidak peduli dekat sekolah atau taman kanak-kanak pokoknya pada nyanyi-nyanyi tidak karuan padahal jam belajar masih berjalan. Partai-partai yang di iklan katanya islami PB…tutttt disensor, dalam aksi panggungnya malahan mendatangkan penyanyi dangdut yang berpakaian ala penyanyi striptis yang behhhh (jangan dibayangin). Nah, there is the problem!!
Pada dasarnya memang benar kampanye adalah salah satu sarana kegiatan pemilu yang fungsinya untuk menarik masa tapi agar dilaksanakan dengan cara yang baik, tertib, santun, simpatik satu lagi yang sudah dilupakan para parpol, yaitu profesional!!!! Memang sih, pemilu yang berlangsung tahun ini sudah sangat berbeda daripada tahun-tahun yang lalu. Kalau ditahun-tahun yang lalu kampanye berlangsung dengan arogan, brutal, bringas, suara knalpot yang super kencang, membuat kebisingan dan kegaduhan sehingga model kampanye seperti itu jauh dari kata damai dan justru membuat ketakutan dan kurang adanya jaminan keamanan bagi kita bangsa indonesia, sekarang justru tidak sesemarak dulu, sepi konfoi, kalau adapun sedikit banyak sudah terkoordinasi dengan baik. Kenapa?
Yang pertama, mungkin kesadaran dan pengetahuan masyarakat sudah terbangun tentang pentingnya menentukan pemimpin, sehingga tidak harus merusak segala sarana demi mencari pemimpin yang benar-benar tepat bagi kita. Kedua, bisa jadi pula karena masyarakat sudah bosan dan jenuh akan model kompetisi politik yang sekarang ini karena mereka-mereka yang berpolitik hanya mengobral janji-janji semata tanpa tahu apa yang seharusnya mereka lakukan setelah terpilih, bukan mementingkan perutnya sendiri melainkan lebih mengedepankan kesejahteraan bangsa. Yah, seperti inilah model perpolitikan di negeri kita ini. Disatu sisi kita menuntut suatu perubahan, disisi lain mereka yang berlomba-lomba ingin menjadi sosok yang diinginkan masyarakat malahan tidak menjalankan amanah yang diberikan.Lalu bagaimana? Golputkah? Sebenarnya golputpun tidak akan membuat perubahan atau menjadikan bangsa kita lebih baik. Bayangkan jika semua rakyat jelata golput, justru tampuk kepemimpinan akan lebih mudah jatuh pada sosok seseorang yang salah, karena memanfaatkan kekuasaannya untuk menyalah gunakan kepentingan moral. Coba berfikir jernih, jangan biarkan negara kita tidak memiliki pemimpin, setidaknya pilih yang paling baik diantara yang lain. Jika semuanya jelek? Cari yang kadar jeleknya paling rendah daripada yang lain.
Disaat ada yang sangat bagus diantara yang bagus dan jelek, pilih yang sangat bagus. Jika hanya ada yang bagus dan jelek, pilih yang bagus. Jika yang ada hanyalah jelek dan sangat jelek, pilihlah yang jelek. Karena kita tidak pernah tahu, siapa yang paling tepat sebelum menjalani pilihan kita.













dery : 04 April 2009 at 4:51 AM
masih belum cukup umur tentang yang beginian..
Reply
Topanz Reply:
April 4th, 2009 at 4:55 AM
Reply
gdenarayana : 04 April 2009 at 4:58 AM
gede apanya yahhhh???:”>
ngikut kampanye sampeyan bro
wes kata2ne bijaksini..ehhh bijaksono..ealahhh bijaksana…haiyahhh bijak sene…wakakakak, yah apapun pilihan rakyat minumnya tetep dian sosro…wkwkwkwkw
kaborrrrrrr, met wiken aja bro
Reply
Topanz Reply:
April 4th, 2009 at 5:18 AM
Reply
Fuad : 04 April 2009 at 8:42 AM
tp umur rung tekaaaaaaaaaaaaaaan
Reply
Topanz Reply:
April 4th, 2009 at 10:00 AM
Reply
Cipzto : 04 April 2009 at 9:21 AM
Reply
ika : 04 April 2009 at 9:25 AM
Reply
annosmile : 04 April 2009 at 9:52 AM
bagi saya yang penting mencontreng…
Reply
Topanz : 04 April 2009 at 10:06 AM
@Ika hadah mbak.. ckakaka.. ya gpp,itung2 bntuin temen
@annosmile wkwkwk, wayo to nyontreng aja..banggalah dpt tanda item di jempol
Reply
Rendy BlogHeboh "Blog Dofollow" : 04 April 2009 at 1:10 PM
ikut baca-baca ya,.
Salam kenal dari BLOG HEBOH..
Ngomong2 mohon dukungan supaya saya sukses dan lulus UAN.. Amin..
Oh iya silahkan berkunjung ke BLOG HEBOH dan silahkan berkomentar sebanyak-banyaknya biar dapet banyak backlink.. Hhhe.. Salam sukses!!
Reply
Andre : 04 April 2009 at 3:05 PM
Reply
denologis : 05 April 2009 at 12:27 AM
Reply
suwung : 05 April 2009 at 3:13 AM
apakah orang indonesia kurang hiburan ya?
karena pangung kampanye yang ada penyanyi nya pasti diserbu
Reply
Topanz : 05 April 2009 at 4:17 AM
Reply
Cipzto : 05 April 2009 at 5:04 AM
Reply
ifat : 05 April 2009 at 10:27 AM
Reply
bayu mukti : 06 April 2009 at 5:40 AM
Reply
Topanz Reply:
April 6th, 2009 at 6:43 AM
Reply
Baladika : 06 April 2009 at 3:27 PM
Reply
Brandal Surga : 06 April 2009 at 10:31 PM
Tapi sayangnya kok aku selalu ngerasa para elit itu hanya menjadikan rakyat sbagai komoditas belaka.
Kalo udah gitu mereka pasti akan lupadgn janji2 yg pernah mereka tiupkan semasa kampanye.
ya udahlah met contreng menyontreng aja.
Btw saya kasih sangu buat contreng menyontreng ntar mau gak?
Kalo mau ambil gih di blog Brandal Surga. Lumayan kok…
Thx yaa…
Reply
Kus Andriadi : 07 April 2009 at 1:27 AM
Reply
Cyber Katrox : 07 April 2009 at 4:14 AM
Salam kenal.
Reply
Freddy : 07 April 2009 at 5:41 AM
Wekekekek…
Goyang dulu bos… Mumpung banyak panggung hiburan sekarang
Reply
Topanz : 07 April 2009 at 11:26 PM
@brandal surga itu sih wajar mas, kalo kita ngerasa punya kemampuan lbh dalam pendidikan ato pengetahuan, bantulah masyarakat yg msh sgt lugu,polos atau gampang dibohongi supaya mereka tidak slh pilih..krn msyarakat indonesia yg pendidikannya msh sgt kurang, jauh lbh byk daripada yg berpendidikan.
@kus andriadi asal itu dari diri sendiri,bkn karena kebwa tren, silahkan mas
@Cyber katrox iya deh
@freddy mauny
Reply
munawar am : 08 April 2009 at 2:57 AM
Perubahan….
Maju Bersama….
Pilih Sesuai Hatinurani…
tak contreng kuabeh……
Reply
Uchan : 08 April 2009 at 9:54 AM
dah tau jelek, masa didiemin? pilih yang bagus lha
Reply
Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 » Blog Archive » Kampanye Damai Atau Pemilu Indonesia Yang Demokratis? Topanzone™ : 08 April 2009 at 1:19 PM
[...] the original post here: Kampanye Damai Atau Pemilu Indonesia Yan… Share and [...]
buJaNG : 08 April 2009 at 7:07 PM
Reply
Topanz Reply:
April 11th, 2009 at 11:10 AM
Reply
Cipzto : 09 April 2009 at 3:54 AM
golput, golongan putih=golongan suci
Reply
Freddy : 09 April 2009 at 6:56 PM
Reply
hamka : 10 April 2009 at 3:52 AM
Reply
Topanz : 11 April 2009 at 10:46 AM
Reply
Starwrite : 12 April 2009 at 8:05 AM
Reply
Novian : 12 April 2009 at 11:28 PM
Reply
Cipzto : 13 April 2009 at 8:50 AM
gw udah link back yah
Reply