Menunjukkan Bukanlah Memberitahukan (Show Not Tell) By Topanz 21 July 2009 at 7:12 AM and have 10 Comments

Hellooo….hellooooo. I’m back!!! Hahaha, seneng banget biarpun tidak bisa rutin tapi akhirnya bisa nyentuh nieh blog kesayangan saya. Lama tak bersua dengan kawan-kawan semua. Mana suaranya????? Hahaha.. kayak konser aja. Salam blogger buat kawan-kawan, apapun deh sekarang yang penting pengen posting! Lama tidak bercengkrama di blogospere, jadi cupu dah sama hot-hot news yang biasa di suguhkan temen-temen, ada berita apa pren? Ada yang baru? Habis ini dah saya blog ajojing lagi. Oh iya, akhir-akhir ini lagi sering-seringnya baca buku nieh, jadi banyak masukan buat pribadi, ada yang menarik dari berbagai kesimpulan-kesimpulan yang yang saya baca, dan mungkin bisa sedikit bermanfaat buat aktifitas ngeblog saya sendiri ataupun kawan-kawan. What’s that? Menunjukkan bukanlah memberitahukan (show not tell). Yup, susunan 3  buah kata yang kalo di bahasa indonesia atau inggris’in tetep jadinya 3, kan ada tuh yang tidak sama :d.

Saya sendiri baru tahu lho kalo menunjukkan itu bukan memberitahukan, tapi apakah bener? Nah loh. perasaan kalau dihayati sebentar tuh kata sama saja!! Coba pikirkanlah tentang contoh-contoh tulisan yang bener-bener “menarik anda”. Paragraf-paragraf dari novel misteri, surat pribadi yang sangat mesra, karangan politik yang penuh semangat, apa sebenarnya dalam tulisan itu yang sangat mencekam? Terlepas dari jenis tulisannya, alasan anda begitu terkesan adalah bahwa kata-katanya menyebabkan terbentuknya gambaran dalam benak anda dan meningkatkan perasaan anda. Misalnya, jika anda membaca surat permintaan sumbangan suka rela, anda segera mengambil uang jika penulisnya menjelaskan secara terperinci apa tampaknya, rasanya, dan kedengarannya bila seorang anak tak berdaya dan hampir mati kelaparan serta blablabla…dst.

Penjelasan yang hidup adalah alat yang ampuh bagi penulis. Ketika anda belajar menulis deskripsi, anda akan mampu mengembangkan gambaran visual dalam benak para pembaca. Anda akan mengubah pernyataan-pernyataan yang kering mengenai fakta menjadi ilustrasi yang mempesonakan. Orang tidak hanya akan membaca dan memahami, tetapi mereka akan menghubungkan dan bereaksi. Salah satu cara terbaik untuk melakukan hal ini disebut menunjukkan bukan memberitahu. Dikembangkan oleh Rebekah Caplan, teknik ini mengambil bentuk ‘kalimat-kalimat memberitahu” kemudian mengubahnya menjadi “paragraf-paragraf yang menunjukkan”.

Bingung? Saya yakin tidak, tapi buat yang beneran masih bingung, hehehe, coba dah perhatikan kalimat ini, “ini adalah hari yang indah.” Bagaimana? Tidak ada yang salah menurut kalimat itu, secara tata bahasa pun benar. Namun, kalimat tersebut tidak mempunyai kekhasan yang membuat deskripsinya jadi hidup. Apa arti “indah”? mungkin gagasan penulis tentang indah akan sangat berbeda dengan anda. Dan kapan? Hari apa? Jam berapa hal itu dibicarakan? Jika hari yang dimaksudkan adalah hari minggu, mungkin berbeda dengan anda yang berfikir kalau itu hari rabu atau sabtu. Pendeknya, setelah anda membaca kalimat ini, suatu gambaran akan terbentuk dalam bentuk anda yang mungkin tidak mendekati apa yang dimaksud penulisnya. Terlebih lagi kalimat “ini adalah hari yang indah” terasa sangat kaku dan membosankan.

Jika kalimat tersebut kita ubah menjadi seperti ini: “saat ia membuka jendela kamarnya di hari minggu pagi yang cerah itu, kesegaran ia rasakan menebar diudara. Dedaunan di setiap pohon kemilau diterpa pantulan sinar matahari. Hamparan bunga yang beraneka warna menghiasi jalan masuk berseru. Kicauan burung menghiasi suasana pagi itu. Dan diatas semua itu, gumpalan awan putih berarak dilangit biru yang sangat cerah”.

Nah..nah.. pasti jika anda membaca benar-benar tulisan itu pasti anda juga akan membayangkan kejadian serupa dengan yang dituliskan kan? Hahaha, simple tapi kadang kita melewatkan atau kurang memperhatikan hal-hal yang demikian. kini anda tahu pasti apa yang dimaksudkan dengan hari yang indah. Anda dapat melihat pemandangan itu dalam benak anda sejelas yang anda lihat dalam film. Inilah yang bisa diresapi para pecandu buku/novelholic, yang kadang membuat kita berfikir, kok bisa mereka sampai mencandu seperti itu. Ketika anda menunjukkan bukan memberitahukan, paragraf terbentuk secara alamiah dan berkesan hidup. Tampaknya semua itu mempunyai kehidupan sendiri. Efeknya? Akan lebih menyenangkan dan mudah dipahami.

Hal terbaik tentang menunjukkan bukan memberitahukan adalah bahwa setiap penulis akan menulis dengan deskripsi uniknya sendiri untuk masing-masing kalimat. Mustahil melakukannya tanpa membiarkan gaya pribadi anda muncul. Nah sekarang giliran anda berimajinasi sendiri dengan kalimat-kalimat anda sendiri. Udah dulu ya..see u :D

Share Disini Jika Menurut Anda Bermanfaat:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Slashdot
  • Technorati
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • MySpace
  • Facebook
  • Live
  • Twitter
Add comment

10 responses : “ Menunjukkan Bukanlah Memberitahukan (Show Not Tell) ”

  1. 1
    Sucipto :

    Tidak boleh ada pertamax di antara kita:d

    Reply

    Topanz Reply:

    iyuk hahaha :D pa kbr?lama tak ngeblog ya

    Reply

  2. 2
    Fuad :

    /:)
    Im comiiiiiing……..
    :)>-

    Reply

    Topanz Reply:

    ndodog pintu sik:d

    Reply

  3. 3
    rasyid :

    Hehe . . Lam kenul sob . . Blogx mantep

    Reply

    Topanz Reply:

    salam kenal balik sob..maaf baru bisa balas:">

    Reply

  4. 4
    hopskole :

    Sayangnya banyak yg beranggapan kalau menunjukkan berarti ya memberitahukan.

    Reply

    Topanz Reply:

    iyuk mas..hehehehe..mungkin juga banyak yang tahu tapi jarang yang menyadarinya..seperti saya sebelumnya:d

    Reply

  5. 5
    Uchan :

    Model2 Mario Teguh pas mau nyuruh orang bayar sumbangan:

    “Pak, mau nyumbang berapa?” <— kalimat standar. Potensi ditolak gede.

    "Pak, mau pake cek apa transfer aja?" <— langsung dipaksa bayar

    :d

    Reply

    Topanz Reply:

    walahh..bener..tapi contohnya mas uchan itu lho hahahaha :))

    Reply

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »