Indonesia kembali berduka setelah kehilangan sosok seorang Gus Dur. Seorang pemimpin besar, majelis syuro, mantan presiden, dan seseorang yang tidak takut mengatakan salah jika sesuatu yang terjadi tidak sesuai dengan naruninya. Gus Dur pulalah satu-satunya sosok yang dengan lantang berani mengatakan bahwa DPR seperti taman kanak-kanak. Seseorang yang humoris, berbicara apa adanya. Gus Dur juga sebagai tokoh pluralisme yang sampai saat ini cukup sulit dicari duanya. Berani mengkritik, dan tidak segan-segan mengecam jika menurutnya sudah diambang toleransinya.
Gus Dur pulalah yang menjadikan hari besar rakyat tionghoa (imlek) sebagai hari libur nasional. Membebaskan umat Tionghoa beribadah di depan umum. dan satu lagi, Gus Dur pulalah yang menjadi tokoh kebebasan dalam pers. Sekarang tokoh tersebut telah wafat. Semoga amal ibadahnya diterima disisinya.
SELAMAT JALAN GUS DUR…













dery : 31 December 2009 at 10:56 AM
mau komen kok sudah banget..
Reply
Topanz Reply:
December 31st, 2009 at 11:08 AM
Reply
dery Reply:
December 31st, 2009 at 11:16 AM
Reply
fanz : 31 December 2009 at 2:14 PM
Reply
CIPTO : 01 January 2010 at 3:34 AM
Reply
san : 04 January 2010 at 9:46 PM
Reply
munawar am : 07 January 2010 at 1:14 AM
ada pula yang tetap menghujat Gus Dur meski sudah wafat.
Reply
Topanz Reply:
January 7th, 2010 at 6:54 AM
Reply
munawar am : 07 January 2010 at 7:09 AM
saya temukan hujatan itu di blog orang lain, bukan di sini.
Reply