Sebuah kalimat yang terdengar mudah tapi sebenarnya cukup sulit untuk di jalani. Banyak sekali buku-buku motivasi atau artikel-artikel yang menyatakan bahwa setiap orang yang berusaha untuk meningkatkan diri dan pengetahuannnya demi karir, harus tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikiran positif. Ya..ya..ya! Tapi, perlu diketahui pula bahwa tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara melatih diri supaya pikiran positiflah yang selalu tertanam di kepala kita.
Saya sendiri sering kali kesulitan menerapkan hal ini, rasa curiga, was-was serta tidak percaya, selalu muncul walaupun pada orang yang sudah kita kenal baik sekalipun. Bukankah hal ini wajar? Dan memang perlu untuk berhati-hati dalam setiap langkah-langkah yang kita ambil dalam hidup? Tunggu dulu, ternyata kita harus memandangnya dari sudut pandang yang berbeda. Berpikir positif bukan berarti tidak berhati-hati, keduanya bisa berjalan dalam waktu yang bersamaan tanpa melibatkan satu sama lain. Nah bagaimana caranya? Sebelum kita mencoba untuk berpikir secara positif, mungkin kita kenali dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mencoba meniru jalan pikirannya yang saya dapat dari berbagai sumber.
Melihat masalah sebagai tantangan
Cobalah kita bandingkan dengan tipe orang yang selalu melihat bahwa masalah adalah suatu cobaan hidup yang di bilang sangatlah berat dan membuat hidupnya seolah-olah menjadi orang yang paling sengsara sedunia! Hal tersebut sangatlah tidak baik bagi diri kita sendiri bahkan dimata orang lain yang selalu mendengar keluh kesal orang tersebut. Kita juga harus ingat bahwa, semua masalah pada dasarnya dapat dipecahkan, karena tidak ada kapasitas masalah yang melebihi kapasitas manusia itu sendiri. Kenapa? Karena masalah pribadi itu hakekatnya muncul dan timbul karena dibuat oleh manusia. Kalaupun itu karena alam, bukankah alam ini kita yang dititipkan? Kita bisa memunculkan pasti kita bisa mengatasi ![]()
Menikmati hidup
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, namun bukan berarti selalu pasrah terhadap semua masalah/cobaan yang dibebankan pada kita, karena bukan berarti kita tidak berusaha untuk mencapai ke kehidupan yang lebih baik. Nah, nikmati hidup ini, coba jalani dengan senyum, tetap berusaha namun terkendali, hal ini bisa disebut juga sebagai pematangan pengalaman hidup.
Tetap terbuka menerima saran dan ide
Bagi yang biasanya bersikap egois, maunya menang sendiri, merasa yang paling benar, mungkin sebaiknya buang dulu jauh-jauh sikap tersebut, halloooo…anda tidak akan maju jauh hanya dengan pemikiran anda sendiri dan mengabaikan pendapat orang lain, satu langkah hanya dengan keegoisan diri tidak akan berarti apapun jika kita mendapatkan sepuluh langkah dengan menerima ide saran bahkan kritik dari orang lain. Karena dengan demikian, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu menjadi jauh lebih baik.
Segera menghilangkan pikiran negatif sesaat setelah pikiran itu terlintas
Jika terlalu lama memelihara pikiran negatif, bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri, pada awalnya sih tidak akan berdampak apa-apa, namun nantinya malah bisa menimbulkan masalah besar yang dapat menghancurkan kita sendiri. Yang satu ini cukup sulit, karena pada kenyataannya saat pikiran negatif itu muncul (contoh: pada diri saya sendiri) justru membuat kita ingin mencari tahu apakah yang kita pikirkan itu benar atau salah, jika salah? Kita akan merasa berdosa pada orang tersebut.
Mensyukuri apa yang dimilki
Orang yang selalu bersyukur atas apa yang sudah berhasil dia miliki, adalah orang yang menghargai dirinya sendiri dan pemberian dari Tuhan. Bukannya malah berkeluh kesah tentang apa yang tidak dipunyainya.
Tidak mendengarkan gosip yang tidak menentu
Tahu sendirilah, yang namanya gosip, pasti tidak jauh dengan yang namanya pikiran negatif. Karena itu, para pemikir positif biasanya lebih memilih untuk menghindari omongan-omongan yang tidak ada juntrungannya.
Tidak membuat alasan, tapi langsung bertindak
Mungkin ada yang pernah mendengar pelesetan dari NATO (No Action, Talk Only), nah orang yang biasanya berpikir positif pastilah bukan penganut paham ini. Saat melakukan kesalahan, dari pada memikirkan alasan-alasan yang nantinya dilemparkan untuk menyamarkan kesalahan tersebut, mending bertindak untuk memperbaiki dan mengambil pelajaran dari kesalahan tersebut.
Menggunakan Bahasa positif
Baik itu bahasa perkataan ataupun bahasa tubuh, seperti kalimat-kalimat yang bernada positif, senyum, gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Hal tersebut juga bisa membuat orang lain merasa dihargai.
Peduli pada citra diri
Orang seperti ini biasanya bukan hanya berusaha tampil baik dari luar, namun juga dari dalam, hal inilah yang bisa membangun pencitraan diri.
Itulah biasanya ciri-ciri orang yang selalu berpikiran positif, ternyata saya sendiri masih jauh dari hal tersebut, namu akan berusaha untuk lebih baik lagi.













CIPTO : 15 February 2010 at 1:23 PM
Reply
Topanz Reply:
February 15th, 2010 at 5:51 PM
Reply
fanz : 15 February 2010 at 2:17 PM
nice!
Reply
Topanz Reply:
February 15th, 2010 at 5:51 PM
Reply
CIPTO Reply:
February 15th, 2010 at 7:03 PM
Reply
dery : 15 February 2010 at 4:16 PM
semakin banyak masalah yang saya hadapi, ingin semakin dekat dengan-Nya,, biarkan yang lalu berlalu, dan pikirkan untuk masa kedepan.. kita tidak akan sukses jika berpikir ke belakang.. untuk itu tinggalkan segala masalah yang sudah lalu, biarkan itu menjadi kenangan, bukan halangan.. dan pikirkan untuk hari esok yang lebih baik..
kita di dunia hanya sementara.. dan akherat adalah tempat yang kekal,,
Reply
Topanz Reply:
February 15th, 2010 at 5:49 PM
Reply
CIPTO Reply:
February 23rd, 2010 at 9:07 PM
Reply
mynote : 15 February 2010 at 7:01 PM
Reply
potret : 15 February 2010 at 7:20 PM
ng jgj po solo
Reply
annosmile : 15 February 2010 at 8:02 PM
makasih inpirasi yang membangun ini
Reply
hersu : 19 February 2010 at 4:18 PM
Reply
Topanz : 20 February 2010 at 9:09 AM
@potret: mau tau aja
@annosmile: tapi ngga semudah keliatannya lho mas
@hersu: semoga saja bisa selalu seperti itu
Reply