Sebuah kalimat yang terdengar mudah tapi sebenarnya cukup sulit untuk di jalani. Banyak sekali buku-buku motivasi atau artikel-artikel yang menyatakan bahwa setiap orang yang berusaha untuk meningkatkan diri dan pengetahuannnya demi karir, harus tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikiran positif. Ya..ya..ya! Tapi, perlu diketahui pula bahwa tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara melatih diri supaya pikiran positiflah yang selalu tertanam di kepala kita.
Saya sendiri sering kali kesulitan menerapkan hal ini, rasa curiga, was-was serta tidak percaya, selalu muncul walaupun pada orang yang sudah kita kenal baik sekalipun. Bukankah hal ini wajar? Dan memang perlu untuk berhati-hati dalam setiap langkah-langkah yang kita ambil dalam hidup? Tunggu dulu, ternyata kita harus memandangnya dari sudut pandang yang berbeda. Berpikir positif bukan berarti tidak berhati-hati, keduanya bisa berjalan dalam waktu yang bersamaan tanpa melibatkan satu sama lain. Nah bagaimana caranya? Sebelum kita mencoba untuk berpikir secara positif, mungkin kita kenali dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mencoba meniru jalan pikirannya yang saya dapat dari berbagai sumber.
Read the rest of this entry →
Ngobrol ngobrol sama teman yang bekerja di salah satu bank yang dikuasai oleh pemerintah di daerah Yogyakarta, terceletuk kata outsourcing, dengan pembahasan dan gaya bicara layaknya seorang pakar ekonomi (wakakaka, lebai) kita berdua mencoba menggali lebih dalam tentang hal ini.
Read the rest of this entry →
Ditemani secangkir teh dan mendoan hangat, saya bersantai diteras sambil memandangi tingkah keponakan kecil saya yang lucunya minta ampun. Sesentak membuat saya mengingat masa-masa kecil dulu, pas lagi imut-imutnya. Terlintas untuk melihat beberapa tonggak belajar pada usia awal seorang anak yang normal dan sehat. Betapa miripnya anak ini dengan saya dahulu. Saat saya merayakan ulang tahun pertama, saya telah belajar berjalan. Saat itu merupakan proses yang rumit baik secara fisik maupun mental yang hampir-hampir mustahil untuk dijelaskan dengan kata-kata atau diajarkan tanpa mendemonstrasikannya. Walaupun demikian, saya dapat melakukannya meski dengan berkali-kali terjatuh dan tersandung. Mengapa begitu? Saya yakin, anda sebagi orang dewasa dapat mengingat beberapa kasus ketika anda menyerah mempelajari sesuatu yang baru setelah gagal satu atau dua kali. Jadi, mengapa saya ataupun anda selalu mencoba dan mencoba lagi saat anda sedang belajar berjalan?
Read the rest of this entry →