<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Topanzone™ &#187; Pribadi</title>
	<atom:link href="http://topanz.com/category/pribadi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://topanz.com</link>
	<description>Media pertemanan online, serta sarana belajar dan berbagi informasi tentang blogsphere, teknologi komputer, internet, mobile, berbagai berita menarik, dan cerita pribadi.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2010 13:02:29 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://topanz.com</link>
<url>http://topanz.com/wp-content/mbp-favicon/favicon.ico</url>
<title>Topanzone™</title>
</image>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mencoba Untuk Berpikir Positif</title>
		<link>http://topanz.com/2010/02/mencoba-untuk-berpikir-positif.html</link>
		<comments>http://topanz.com/2010/02/mencoba-untuk-berpikir-positif.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 12:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Topanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://topanz.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kalimat yang terdengar mudah tapi sebenarnya cukup sulit untuk di jalani. Banyak sekali buku-buku motivasi atau artikel-artikel yang menyatakan bahwa setiap orang yang berusaha untuk meningkatkan diri dan pengetahuannnya demi karir, harus tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikiran positif. Ya..ya..ya! Tapi, perlu diketahui pula bahwa tidak banyak orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebuah kalimat yang terdengar mudah tapi sebenarnya cukup sulit untuk di jalani. Banyak sekali buku-buku motivasi atau artikel-artikel yang menyatakan bahwa setiap orang yang berusaha untuk meningkatkan diri dan pengetahuannnya demi karir, harus tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikiran positif. Ya..ya..ya! Tapi, perlu diketahui pula bahwa tidak banyak orang yang tahu bagaimana cara melatih diri supaya pikiran positiflah yang selalu tertanam di kepala kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sendiri sering kali kesulitan menerapkan hal ini, rasa curiga, was-was serta tidak percaya, selalu muncul walaupun pada orang yang sudah kita kenal baik sekalipun. Bukankah hal ini wajar? Dan memang perlu untuk berhati-hati dalam setiap langkah-langkah yang kita ambil dalam hidup? Tunggu dulu, ternyata kita harus memandangnya dari sudut pandang yang berbeda. Berpikir positif bukan berarti tidak berhati-hati, keduanya bisa berjalan dalam waktu yang bersamaan tanpa melibatkan satu sama lain. Nah bagaimana caranya? Sebelum kita mencoba untuk berpikir secara positif, mungkin kita kenali dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mencoba meniru jalan pikirannya yang saya dapat dari berbagai sumber.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-878"></span><strong>Melihat masalah sebagai tantangan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cobalah kita bandingkan dengan tipe orang yang selalu melihat bahwa masalah adalah suatu cobaan hidup yang di bilang sangatlah berat dan membuat hidupnya seolah-olah menjadi orang yang paling sengsara sedunia! Hal tersebut sangatlah tidak baik bagi diri kita sendiri bahkan dimata orang lain yang selalu mendengar keluh kesal orang tersebut. Kita juga harus ingat bahwa, semua masalah pada dasarnya dapat dipecahkan, karena tidak ada kapasitas masalah yang melebihi kapasitas manusia itu sendiri. Kenapa? Karena masalah pribadi itu hakekatnya muncul dan timbul karena dibuat oleh manusia. Kalaupun itu karena alam, bukankah alam ini kita yang dititipkan? Kita bisa memunculkan pasti kita bisa mengatasi <img src='http://topanz.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menikmati hidup</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, namun bukan berarti selalu pasrah terhadap semua masalah/cobaan yang dibebankan pada kita, karena bukan berarti kita tidak berusaha untuk mencapai ke kehidupan yang lebih baik. Nah, nikmati hidup ini, coba jalani dengan senyum, tetap berusaha namun terkendali, hal ini bisa  disebut juga sebagai pematangan pengalaman hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tetap terbuka menerima saran dan ide</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi yang biasanya bersikap egois, maunya menang sendiri, merasa yang paling benar, mungkin sebaiknya buang dulu jauh-jauh sikap tersebut, halloooo&#8230;anda tidak akan maju jauh hanya dengan pemikiran anda sendiri dan mengabaikan pendapat orang lain, satu langkah hanya dengan keegoisan diri tidak akan berarti apapun jika kita mendapatkan sepuluh langkah dengan menerima ide saran bahkan kritik dari orang lain. Karena dengan demikian, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu  menjadi jauh lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Segera menghilangkan pikiran negatif sesaat setelah pikiran itu terlintas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jika terlalu lama memelihara pikiran negatif, bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri, pada awalnya sih tidak akan berdampak apa-apa, namun nantinya malah bisa menimbulkan masalah besar yang dapat menghancurkan kita sendiri. Yang satu ini cukup sulit, karena pada kenyataannya saat pikiran negatif itu muncul (contoh: pada diri saya sendiri) justru membuat kita ingin mencari tahu apakah yang kita pikirkan itu benar atau salah, jika salah? Kita akan merasa berdosa pada orang tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mensyukuri apa yang dimilki</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Orang yang selalu bersyukur atas apa yang sudah berhasil dia miliki, adalah orang yang menghargai dirinya sendiri dan pemberian dari Tuhan. Bukannya malah berkeluh kesah tentang apa yang tidak dipunyainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak mendengarkan gosip yang tidak menentu</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tahu sendirilah, yang namanya gosip, pasti tidak jauh dengan yang namanya pikiran negatif. Karena itu, para pemikir positif biasanya lebih memilih untuk menghindari omongan-omongan yang tidak ada juntrungannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak membuat alasan, tapi langsung bertindak</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada yang pernah mendengar pelesetan dari NATO (No Action, Talk Only), nah orang yang biasanya berpikir positif pastilah bukan penganut paham ini. Saat melakukan kesalahan, dari pada memikirkan alasan-alasan yang nantinya dilemparkan untuk menyamarkan kesalahan tersebut, mending bertindak untuk memperbaiki dan mengambil pelajaran dari kesalahan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Menggunakan Bahasa positif</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Baik itu bahasa perkataan ataupun bahasa tubuh, seperti kalimat-kalimat yang bernada positif, senyum, gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Hal tersebut juga bisa membuat orang lain merasa dihargai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peduli pada citra diri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Orang seperti ini biasanya bukan hanya berusaha tampil baik dari luar, namun juga dari dalam, hal inilah yang bisa membangun pencitraan diri.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah biasanya ciri-ciri orang yang selalu berpikiran positif, ternyata saya sendiri masih jauh dari hal tersebut, namu akan berusaha untuk lebih baik lagi.</p>



Share Disini Jika Menurut Anda Bermanfaat:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif&amp;bodytext=Sebuah%20kalimat%20yang%20terdengar%20mudah%20tapi%20sebenarnya%20cukup%20sulit%20untuk%20di%20jalani.%20Banyak%20sekali%20buku-buku%20motivasi%20atau%20artikel-artikel%20yang%20menyatakan%20bahwa%20setiap%20orang%20yang%20berusaha%20untuk%20meningkatkan%20diri%20dan%20pengetahuannnya%20demi%20karir%2C%20harus%20tahu" title="Digg"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif&amp;notes=Sebuah%20kalimat%20yang%20terdengar%20mudah%20tapi%20sebenarnya%20cukup%20sulit%20untuk%20di%20jalani.%20Banyak%20sekali%20buku-buku%20motivasi%20atau%20artikel-artikel%20yang%20menyatakan%20bahwa%20setiap%20orang%20yang%20berusaha%20untuk%20meningkatkan%20diri%20dan%20pengetahuannnya%20demi%20karir%2C%20harus%20tahu" title="del.icio.us"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://slashdot.org/bookmark.pl?title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html" title="Slashdot"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/slashdot.png" title="Slashdot" alt="Slashdot" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html" title="Technorati"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif&amp;annotation=Sebuah%20kalimat%20yang%20terdengar%20mudah%20tapi%20sebenarnya%20cukup%20sulit%20untuk%20di%20jalani.%20Banyak%20sekali%20buku-buku%20motivasi%20atau%20artikel-artikel%20yang%20menyatakan%20bahwa%20setiap%20orang%20yang%20berusaha%20untuk%20meningkatkan%20diri%20dan%20pengetahuannnya%20demi%20karir%2C%20harus%20tahu" title="Google Bookmarks"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif" title="StumbleUpon"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif" title="Reddit"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;t=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif" title="MySpace"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;t=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif" title="Facebook"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="https://favorites.live.com/quickadd.aspx?marklet=1&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html&amp;title=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif" title="Live"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/live.png" title="Live" alt="Live" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Mencoba%20Untuk%20Berpikir%20Positif%20-%20http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2010%2F02%2Fmencoba-untuk-berpikir-positif.html" title="Twitter"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><h3  class="related_post_title">Related Posts</h3><ul class="related_post"><li>21/07/2009 -- <a href="http://topanz.com/2009/07/menunjukkan-bukanlah-memberitahukan-show-not-tell.html" title="Menunjukkan Bukanlah Memberitahukan (Show Not Tell)">Menunjukkan Bukanlah Memberitahukan (Show Not Tell)</a></li><li>24/03/2009 -- <a href="http://topanz.com/2009/03/belajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html" title="Belajar Untuk Tidak Mengenal Kegagalan">Belajar Untuk Tidak Mengenal Kegagalan</a></li><li>07/01/2009 -- <a href="http://topanz.com/2009/01/wujudkan-impian-melalui-internet.html" title="Dari Internet Wujudkan Impian">Dari Internet Wujudkan Impian</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topanz.com/2010/02/mencoba-untuk-berpikir-positif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Outsourcing Masih Kental di Perusahaan Negara</title>
		<link>http://topanz.com/2009/09/outsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html</link>
		<comments>http://topanz.com/2009/09/outsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 07:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Topanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://topanz.com/?p=699</guid>
		<description><![CDATA[Ngobrol ngobrol sama teman yang bekerja di salah satu bank yang dikuasai oleh pemerintah di daerah Yogyakarta, terceletuk kata outsourcing, dengan pembahasan dan gaya bicara layaknya seorang pakar ekonomi (wakakaka, lebai) kita berdua mencoba menggali lebih dalam tentang hal ini.
Outsourcing sendiri bisa diartikan sebagai pemindahan tanggung jawab tenaga kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ngobrol ngobrol sama teman yang bekerja di salah satu bank yang dikuasai oleh pemerintah di daerah Yogyakarta, terceletuk kata outsourcing, dengan pembahasan dan gaya bicara layaknya seorang pakar ekonomi (wakakaka, lebai) kita berdua mencoba menggali lebih dalam tentang hal ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-699"></span>Outsourcing sendiri bisa diartikan sebagai pemindahan tanggung jawab tenaga kerja dari perusahaan induk ke perusahaan lain diluar perusahaan induk. Perusahaan diluar perusahaan induk bisa berupa vendor, koperasi ataupun instansi lain yang diatur dalam suatu kesepakatan tertentu. Yah apa daya, beginilah potret negeri ini. Eits tapi tunggu dulu, luar negeri pun juga ada outsourcing loh, namun pengelolaannya dilakukan secara profesional, terbuka, dan tidak begitu merugikan. Salah satu contoh yang saya ambil disini adalan bank tempat teman saya bekerja. Outsourcing di tempat tersebut merupakan bisnis sampingan para atasan-atasan yang mencoba mengait keuntungan sebagai cadangan hari tuanya kelak. Pemotongan gaji hingga 40% pun sudah menjadi makanan bulanannya. Hanya karyawan kantor saja? Tidak, ternyata satpam pun juga mengalami hal serupa. Yup, usut punya usut ternyata gaji standar karyawan seperti teman saya di bank tersebut adalah sekitar Rp 2.800.000. Yah tentu saja tiap daerah akan berbeda nilainya. Namun dia pun rela menerima gaji sebesar Rp 1.700.000 dengan lapang dada. Mengapa demikian? mengapa hampir semua karyawan masih bisa tetap tersenyum walaupun terjadi seperti demikian? apa sebenarnya tujuan hal tersebut? Mari kita bahas.</p>
<p style="text-align: justify;">Outsourcing sering dijabarkan sebagai sebuah strategi perusahaan untuk bisa lebih fokus pada inti usahanya, namun pada prakteknya justru terlihat sebagai ketamakan untuk menekan cost/biaya/pengeluaran sekecil-kecilnya sehingga dapat mencapai keuntungan yang setinggi-tingginya. Jelas saja, strategi ini berbeda dengan peningkatan keuntungan dengan strategi untuk menjual product sebanyak-banyaknya dipasaran. Karena dengan penekanan biaya, karyawanlah yang dirugikan. Hal ini juga ternyata menutup kesempatan karyawan untuk bisa menjadi karyawan tetap, karena hak-haknya yang secara individual telah ditunggangi oleh pihak lain. Kesenjangan pun akan terjadi. Selain itu coba kita bayangkan apa dampak yang justru akan terjadi karena semua hal tersebut? Yup, semakin lama perusahaan justru akan menjadi tidak sehat.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu hal lagi pengakuan teman saya yang cukup membuat saya terkejut! Saat saya bertanya, kenapa semua masih bertahan? Dengan polos dia berkata, “dimana lagi saya bisa mendapatkan gaji sebesar itu dijogja walaupun sudah terkena potongan, dengan posisi yang sama seperti saya, misal di bank yang lain. Itu sudah lebih dari cukup bro”. Walah, ternyata hal itulah yang menjadikan cara kurang baik ini tetap bertahan sampai sekarang. Ada beberapa yang bisa saya simpulkan, mengapa tidak ada tuntutan dan praktek ini semakin mengakar.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini. Semakin bertambahnya lapangan pekerjaan di indonesia ternyata belum menjamin berkurangnya angka pengangguran. Karena tidak berbanding lurus dengan lebih banyaknya lagi para lulusan, atau orang siap kerja di Indonesia.</li>
<li>Gaji perusahaan-perusahaan negara yang saat ini cukup besar dan berbeda jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan swasta yang berskala kecil-menengah.</li>
<li>Ketidak jelasan undang-undang yang mengatur tentang hal ini, dan kekurang mampuan pemerintah dalam menggodog aturan-aturannya.</li>
<li>Kurang tegasnya pemerintah dalam mengatasi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Akhir kata, saat ini ada isu yang mengatakan kalo pemerintah sedang fokus atau berusahaan mengatasi hal ini. Akan ada perombakan undang-undang dan selanjutnya kita berharap praktek-praktek ini segera berakhir.</p>



Share Disini Jika Menurut Anda Bermanfaat:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara&amp;bodytext=Ngobrol%20ngobrol%20sama%20teman%20yang%20bekerja%20di%20salah%20satu%20bank%20yang%20dikuasai%20oleh%20pemerintah%20di%20daerah%20Yogyakarta%2C%20terceletuk%20kata%20outsourcing%2C%20dengan%20pembahasan%20dan%20gaya%20bicara%20layaknya%20seorang%20pakar%20ekonomi%20%28wakakaka%2C%20lebai%29%20kita%20berdua%20mencoba%20menggal" title="Digg"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara&amp;notes=Ngobrol%20ngobrol%20sama%20teman%20yang%20bekerja%20di%20salah%20satu%20bank%20yang%20dikuasai%20oleh%20pemerintah%20di%20daerah%20Yogyakarta%2C%20terceletuk%20kata%20outsourcing%2C%20dengan%20pembahasan%20dan%20gaya%20bicara%20layaknya%20seorang%20pakar%20ekonomi%20%28wakakaka%2C%20lebai%29%20kita%20berdua%20mencoba%20menggal" title="del.icio.us"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://slashdot.org/bookmark.pl?title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html" title="Slashdot"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/slashdot.png" title="Slashdot" alt="Slashdot" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html" title="Technorati"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara&amp;annotation=Ngobrol%20ngobrol%20sama%20teman%20yang%20bekerja%20di%20salah%20satu%20bank%20yang%20dikuasai%20oleh%20pemerintah%20di%20daerah%20Yogyakarta%2C%20terceletuk%20kata%20outsourcing%2C%20dengan%20pembahasan%20dan%20gaya%20bicara%20layaknya%20seorang%20pakar%20ekonomi%20%28wakakaka%2C%20lebai%29%20kita%20berdua%20mencoba%20menggal" title="Google Bookmarks"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara" title="StumbleUpon"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara" title="Reddit"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;t=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara" title="MySpace"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;t=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara" title="Facebook"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="https://favorites.live.com/quickadd.aspx?marklet=1&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html&amp;title=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara" title="Live"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/live.png" title="Live" alt="Live" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Outsourcing%20Masih%20Kental%20di%20Perusahaan%20Negara%20-%20http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F09%2Foutsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html" title="Twitter"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><h3  class="related_post_title">Related Posts</h3><ul class="related_post"><li>04/04/2009 -- <a href="http://topanz.com/2009/04/kampanye-damai-atau-pemilu-indonesia-yang-demokratis.html" title="Kampanye Damai Atau Pemilu Indonesia Yang Demokratis?">Kampanye Damai Atau Pemilu Indonesia Yang Demokratis?</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topanz.com/2009/09/outsourcing-masih-kental-di-perusahaan-negara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Untuk Tidak Mengenal Kegagalan</title>
		<link>http://topanz.com/2009/03/belajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html</link>
		<comments>http://topanz.com/2009/03/belajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 07:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Topanz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://topanz.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Ditemani secangkir teh dan mendoan hangat, saya bersantai diteras sambil memandangi tingkah keponakan kecil saya yang lucunya minta ampun. Sesentak membuat saya mengingat masa-masa kecil dulu, pas lagi imut-imutnya. Terlintas untuk melihat beberapa tonggak belajar pada usia awal seorang anak yang normal dan sehat. Betapa miripnya anak ini dengan saya dahulu. Saat saya merayakan ulang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ditemani secangkir teh dan mendoan hangat, saya bersantai diteras sambil memandangi tingkah keponakan kecil saya yang lucunya minta ampun. Sesentak membuat saya mengingat masa-masa kecil dulu, pas lagi imut-imutnya. Terlintas untuk melihat beberapa tonggak belajar pada usia awal seorang anak yang normal dan sehat. Betapa miripnya anak ini dengan saya dahulu. Saat saya merayakan ulang tahun pertama, saya telah belajar berjalan. Saat itu merupakan <strong>proses</strong> yang rumit baik secara fisik maupun mental yang hampir-hampir mustahil untuk dijelaskan dengan kata-kata atau diajarkan tanpa mendemonstrasikannya. Walaupun demikian, saya dapat melakukannya meski dengan berkali-kali <strong>terjatuh</strong> dan <strong>tersandung</strong>. Mengapa begitu? Saya yakin, anda sebagi orang dewasa dapat mengingat beberapa kasus ketika anda menyerah mempelajari sesuatu yang baru setelah gagal satu atau dua kali. Jadi, mengapa saya ataupun anda selalu mencoba dan mencoba lagi saat anda sedang belajar berjalan?</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-504"></span>Jawabannya adalah <strong>ketika itu kita tidaklah mengenal konsep mengenai kegagalan</strong>. Untuk membantu kita saat itu, orang tua kita selalu meyakinkan bahwa kita pasti bisa melakukannya jika terus berusaha, dan mereka selalu mendampingi kita untuk mendorong dan memompa semangat kita. Setiap keberhasilan diakhiri dengan kegembiraan maupun tepukan yang memompa diri kita untuk lebih berhasil lagi. Disitulah motivator kita saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita semua dilahirkan dengan rasa ingin tahu yang tak pernah terpuaskan. Kitapun mempunyai indra-indra yang diperlukan untuk memuaskannya. Pernahkah anda memperhatikan seorang bayi yang meneliti dengan seksama sebuah mainan baru? Ia memasukkannya kedalam mulut untuk mengetahui rasanya. Menggoyangkan, mengangkatnya, memutarkannya perlahan-lahan sehingga ia bisa melihat bagaimana setiap sisinya terkena pantulan cahaya. Ia menempelkannya ditelinga, menjatuhkannya ke lantai dan mengambilnya kembali, membongkar bagian-bagiannya dan menyelidikinya satu demi satu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasa ingin tahu</strong> dan <strong>terus menerus mempelajari sesuatu</strong> itulah yang sudah mulai hilang dalam diri manusia seiring dengan bertambahnya usia, proses pendewasaan dan pengalaman-pengalaman baik ataupun buruk. Jelas karena saat manusia menjadi dewasa, tidaklah lagi sepolos saat masih bayi. Saya kemudian berfikir seandainya saya tetap memiliki itu sampai saat ini pasti saya akan menjadi orang yang tidak mengenal akan kegagalan. Lalu bagaimana saya bisa mendapatkannya? <strong>Motivator</strong>&#8230;yah benar motivator..seperti motivator semasa kecil dulu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali saya ingat masalah saya saat ini, bagaimana pusingnya saya karena skripsi yang tidak selesai-selesai. Dengan Dosen yang bisa dibilang sangat senior dan banyak sekali maunya. Awalnya minta A dikasih A eh malah minta AB. Dikasih AB kemudian minta ABC. dikasih ABC minta ABCD. begitu seterusnya. Saya berfikir mungkin tidak akan habis kalau belum memberikan semua dari A-Z. Benarkah itu? Salahhhh&#8230;. Kita tidak pernah bisa menduga sepanjang apa sebuah cobaan ataupun tantangan yang harus dilewati saat proses pencapaian tujuan. Mengapa demikian? mudah saja.. mungkin kita terbiasa memperkirakan bahwa tantangan pasti ada batasnya dalam rentan sekian, sekian, dan sekian. Seperti contoh tadi, jika kita berfikir secara ilmu, pasti masalah akan selesai pada titik A-Z, padahal belum tentu demikian, bisa saja setelah Z masih berlanjut ke A1, B1, C1,  kemudian A2, B2, C2 ds.  Jika saya hanya melihat dari banyaknya cobaan atau tantangan yang mungkin saya lewati, pasti saya akan menyerah ditengah dan gagal. Habis atau pupus (bukan puspa <img src='http://topanz.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> ). saya mencoba dapatkan motivasi saya, apa itu? Rahasia hehehe<img src='http://topanz.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />, tenang saja, setiap orang pasti punya motivasinya sendiri-sendiri. Kemudian saya bertekat, saya tidak akan lagi bermain-main untuk memperkirakan seberapa panjang hal-hal yang menghalangi atau menjadi tanangan buat saya, tapi saya akan melewati semuanya sampai akhirnya tantanganlah yang menyerah pada saya. Saya akan memperjuangkan pekerjaan saya sampai Dosen sayalah yang mengalah pada apa yang saya usahakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai disini dulu ya..semoga bisa memberikan sedikit tambahan kamus hidup untuk temen-temen semua. Mari menggagalkan kegagalan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">



Share Disini Jika Menurut Anda Bermanfaat:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan&amp;bodytext=Ditemani%20secangkir%20teh%20dan%20mendoan%20hangat%2C%20saya%20bersantai%20diteras%20sambil%20memandangi%20tingkah%20keponakan%20kecil%20saya%20yang%20lucunya%20minta%20ampun.%20Sesentak%20membuat%20saya%20mengingat%20masa-masa%20kecil%20dulu%2C%20pas%20lagi%20imut-imutnya.%20Terlintas%20untuk%20melihat%20beberapa%20t" title="Digg"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/digg.png" title="Digg" alt="Digg" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://delicious.com/post?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan&amp;notes=Ditemani%20secangkir%20teh%20dan%20mendoan%20hangat%2C%20saya%20bersantai%20diteras%20sambil%20memandangi%20tingkah%20keponakan%20kecil%20saya%20yang%20lucunya%20minta%20ampun.%20Sesentak%20membuat%20saya%20mengingat%20masa-masa%20kecil%20dulu%2C%20pas%20lagi%20imut-imutnya.%20Terlintas%20untuk%20melihat%20beberapa%20t" title="del.icio.us"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/delicious.png" title="del.icio.us" alt="del.icio.us" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://slashdot.org/bookmark.pl?title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html" title="Slashdot"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/slashdot.png" title="Slashdot" alt="Slashdot" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html" title="Technorati"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan&amp;annotation=Ditemani%20secangkir%20teh%20dan%20mendoan%20hangat%2C%20saya%20bersantai%20diteras%20sambil%20memandangi%20tingkah%20keponakan%20kecil%20saya%20yang%20lucunya%20minta%20ampun.%20Sesentak%20membuat%20saya%20mengingat%20masa-masa%20kecil%20dulu%2C%20pas%20lagi%20imut-imutnya.%20Terlintas%20untuk%20melihat%20beberapa%20t" title="Google Bookmarks"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan" title="StumbleUpon"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/stumbleupon.png" title="StumbleUpon" alt="StumbleUpon" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://reddit.com/submit?url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan" title="Reddit"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/reddit.png" title="Reddit" alt="Reddit" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;t=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan" title="MySpace"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;t=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan" title="Facebook"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="https://favorites.live.com/quickadd.aspx?marklet=1&amp;url=http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html&amp;title=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan" title="Live"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/live.png" title="Live" alt="Live" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Belajar%20Untuk%20Tidak%20Mengenal%20Kegagalan%20-%20http%3A%2F%2Ftopanz.com%2F2009%2F03%2Fbelajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html" title="Twitter"><img src="http://topanz.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><h3  class="related_post_title">Related Posts</h3><ul class="related_post"><li>14/02/2010 -- <a href="http://topanz.com/2010/02/mencoba-untuk-berpikir-positif.html" title="Mencoba Untuk Berpikir Positif">Mencoba Untuk Berpikir Positif</a></li><li>21/07/2009 -- <a href="http://topanz.com/2009/07/menunjukkan-bukanlah-memberitahukan-show-not-tell.html" title="Menunjukkan Bukanlah Memberitahukan (Show Not Tell)">Menunjukkan Bukanlah Memberitahukan (Show Not Tell)</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://topanz.com/2009/03/belajar-untuk-tidak-mengenal-kegagalan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
